oleh

Merampok, Remaja Disidangkan

LINGGAU POS ONLINE – AW (17) warga Dusun II Desa Aringin Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas (Mura), Senin (29/7) disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau.

Pemuda ini disidangkan karena diduga melakukan tindakan kriminal pencurian dan kekerasan terhadap korban Nira Anisa dan Reni Indah.

AW menjalani persidangan didampingi kuasa hukumnya Amirul Mukminin SH dari Posbakum dengan dipimpin Hakim Tunggal Andi Barkan Mardianto SH dengan Panitera Pengganti (PP) Boy Hendra Kusuma SH.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rodianah SH menginformasikan kepada Linggau Pos, bahwa AW menjalani sidang dakwaan sekaligus mendengar keterangan dari saksi-saksi. Saksi yang dihadirkan, yakni korban, polisi dan keluarga terdakwa.

“Tadi agenda dakwaan sekaligus mendengar keterangan dari saksi yang dibawa dan pengakuan dari terdakwa langsung. Sidang akan kembali dilanjutkan Kamis (1/8) dalam agenda tuntutan,” jelas JPU Rodianah.

JPU menambahkan, terdakwa terancam Pasal 365 Ayat (2) ke 2 KUHP Jo Undang-Undang (UU) RI No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

Terpisah, kuasa hukum terdakwa, Amirul Mukminin SH menyatakan terdakwa telah mengakui perbuatannya dan menyesali perbuatannya.

“Terdakwa mengakui. Bahkan setelah tiga hari usai aksi, terdakwa menyerahkan diri ke polisi beserta barang bukti yang ia bawa. Namun barang bukti uang Rp10 juta telah di bagi dua dengan temannya dan terdakwa telah mengembalikannya sebesar Rp5 juta kepada korban,” jelas Amirul Mukminin.

Adapun dari kronologis kejadian, Selasa 14 Mei 2019 terdakwa AW bersama dengan rekannya yang berinisial DN (DPO) melakukan aksinya di Jalan Poros Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Mura.

Korbannya Nira dan Reni sedang melaju dengan menggunakan sebuah sepeda motor Nomor Polisi (Nopol) BG 2874 ABY. Kemudian ketika saat itu dari arah belakang korban merasa diikuti oleh pengendara lain yaitu terdakwa bersama dengan DN.
Korban yang curiga langsung mengerem laju kendaraannya, dan terdakwa pun melintasi korban. Akan tetapi ketika korban melanjutkan kembali perjalanan hingga kurang dari satu kilo, terlihat terdakwa dan DN memberhentikan secara paksa laju kendaraan koran.

Setelah korban berhenti, terdakwa pun langsung mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan mengarahkannya ke leher korban sambil mengancam agar korban tidak berteriak.

Kemudian terdakwa pun meminta tas korban, yang berisikan uang sejumlah Rp10.150.000 dan sebuah ponsel Vivo. Ketika terdakwa sedang melakukan aksinya, dari kejauhan terlihat ada pengendara lain yang sedang melintas. Sehingga terdakwa kabur menggunakan sepeda motor miliknya sedangkan DN berlari ke kebun karet.

Atas kejadian tersebut Nira dan Reni pun langsung melaporkan ke Polsek Karang Dapo untuk dilakukannya penangkapan terhadap terdakwa dan rekannya untuk di tindak melalui jalur hukum. (yan)

Rekomendasi Berita