oleh

Menuju Mura Sempurna

 

USIA Kabupaten Musi Rawas (Mura) sudah 75 tahun. Berbagai kemajuan di sejumlah bidang telah ditunjukkan. Meskipun saat ini status kabupaten ini masih masuk dalam kategori daerah tertinggal.

Tapi berkat kepemimpinan Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan dan Wakil Bupati Musi Rawas, H Suwarti, perlahan demi perlahan kabupaten ini semakin maju. Tak lama lagi dalam hitungan bulan  akan dihelat pesta olahraga se-Asia Tenggara yaitu Asian Games, dan Kabupaten Musi Rawas yang masuk dalam Provinsi Sumsel di mana Kota Palembang menjadi tuan rumahnya, tentu saja dukungan penuh diberikan. Agar pesta olahraga itu sukses dan lancar. Dan ini tentu saja pada usia ke-75 tahun ini, Kabupaten Musi Rawas terus berbenah. Untuk mewujudkan Mura SEMPURNA (Sejahtera, Mandiri, Produktif, Unggul, Religius, Nyaman dan Aman).

Kabupaten Musi Rawas sendiri terletak pada   2º 20’ 00’’ -3º 38’ 00’’ LS  102º 07’ 00’’ -103º 40’ 10’’ BT dengan 14 kecamatan,  186 Desa, 13 Kelurahan. Dengan luas wilayah 635.717,15 Hektare (Ha).

Mengenai kemajuan yang sudah dicapai, ada sejumlah bidang menjadi sorotan. Mulai dari Gerakan Mura Sempurna Sehat, Gerakan Mura Sempurna Cerdas, telah diluncurkan dan dilaksanakan ke masyarakat. Satu persatu program itu akan dikaji di sini. Di mulai dari Mura Sempurna Sehat.

Kepala Bappeda Kabupaten Musi Rawas, H Suharto Patih dikonfirmasi melalu Kabid Sosial Budaya dan PSDM, Rahmat Nauli didampingi Kasubid Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, Ismu Muliansah Putra menyatakan sejumlah program telah dijalankan, salah satunya program jamban sehat diperuntukkan bagi warga yang tinggal di 14 kecamatan dalam Kabupaten Musi Rawas.

Program jamban sehat ini salah satu tujuannya Prilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), dengan sasaran seluruh warga yang tidak memiliki jamban di rumahnya.

“Sekarang program jamban sehat itu sudah mencapai 81,88 % dalam dua tahun terakhir ini. Untuk pengadaan jamban ini berasal dari Dana Desa (DD), dan untuk pengawasnya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas,” ucap Ismu Muliansah Putra di ruang kerjanya, Senin (23/4).

Selanjutnya, Ismu menyatakan program  yang dilaksanakan berupa Gerakan Mura Menuju Sempurna (GMMS) dengan  stakeholder antara lain Badan Penanggulangan Keluarga Berencana, Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil, dan Dinas Perpustakaan Kabupaten Musi Rawas.

Menurut dia, sasaran dari GMMS ini adalah masyarakat desa di 14 kecamatan.

“Di sini ada pelayanan kesehatan untuk masyarakat serta penjaringan kasus-kasus penyakit dilakukan oleh tim Puskesmas yang melaksanakannya di lapangan,” papar Ismu, menambahkan program ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan tersebut.  Apalagi, lanjut dia, di kecamatan disiapkan Puskesmas Ramah Anak yang berkaitan erat dengan Kota Layak Anak. Di mana ada 19 Puskesmas siap memberikan layanan untuk anak-anak yang membutuhkannya.

“Kita berharap dengan program di bidang kesehatan ini terus meningkat, dan kualitas hidup sehat bagi masyarakat Kabupaten Musi Rawas memang menjadi prioritas.

*Bidang Pendidikan

Pemkab Musi  Rawas melalui Dinas Pendidikan getol menaikkan angka rata-rata lama sekolah. Dan ini sesuai dengan program Mura Sempurna Cerdas yang didengungkan oleh Bupati H Hendra Gunawan dan Wakil Bupati, Hj Suwarti.

Menurut Kasubid Pendidikan dan Budaya pada Bappeda Kabupaten Musi Rawas, Bambang Asmara Jaya, upaya yang dilakukan Pemkab melalui Disdik dengan cara meningkatkan fasilitas yang kurang, baik itu memperbaiki fasilitas di sekolah yang alami kerusakan.

“Juga menambah mobiler, alat peraga, setiap tahunnya, dengan dana berasal dari APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” jelas Bambang, sapaan pria ini, kemarin.

Ternyata usaha tersebut berbuah hasil yang manis.  Bambang menyebutkan selama dua tahun kepemimpinan H2G dan Hj Suwarti angka rata-rata lama sekolah pada 2016  dengan usia 7,47 tahun, maka pada 2017 menjadi 7,75 tahun. Artinya di sini, kata Bambang, program yang dilaksanakan berhasil.

Ia juga menyebutkan tahun 2017 lalu, pihaknya telah laksanakan rehab kelas juga penambahan mobiler sebanyak 106 unit. Termasuk pembangunan kelas baru,  ataupun rehab ruang kelas baru SD dan SMP. Penyebarannya berada di wilayah kecamatan dalam Kabupaten Musi Rawas, dan ini sudah direalisasikan selama lima tahun terakhir.

“Usulan ini diajukan Disdik melalui Dana Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan rencana untuk kebutuhan ruang kelas, dan rehab. Lalu disampaikan ke Bappeda untuk dikaji melalui Forum Perangkat Daerah, dan finalisasinya saat Musrenbang SKPD.  Setelah itu dibahas kembali di DPRD bersama badan anggaran DPRD,” ungkap Bambang.

Dan, bukan itu saja pihaknya menargetkan Angka Partisipasi Kasar (APK) alami kenaikan, dan ternyata ini  membawa hasil nyata.

“APK PAUD pada 2016 lalu 36,33 % sekarang pada 2017 naik menjadi 36,67 %. Sementara untuk APK SD/MI semula tahun 2016 122,29 % naik pada 2017 menjadi 122,49 %. Selanjutnya APK SMP/MTs tahun 2016 105,68 % pada 2017 naik menjadi 111,46 %,” ungkap Bambang sembari menyebutkan untuk SMA sekarang menjadi kewenangan pihak provinsi.

* Tingkat Pengangguran Rendah

Selain hal di atas, untuk tingkat kemiskinan Kabupaten Musi Rawas sekarang ini menempati urutan ke-6 dari 17 kabupaten/Kota se-Provinsi Sumsel. Bambang menyebutkan tingkat kemiskinan di Musi Rawas tahun 2017 adalah 14,24% sementara Provinsi Sumsel 13,19%. Dan, berdasarkan urutan kemiskinan di Sumsel, maka Kabupaten Musi Rawas menempati urutan 6.

“Tingkat pengangguran juga rendah. Banyak warga yang bekerja, dan angka pengangguran sedikit.  Warga di sini bekerja efektif 4 jam hingga 5 jam, setelah itu pulang ke rumah,” jelas Bambang menyebutkan jumlah penduduk Kabupaten Musi Rawas sekarang ini sebanyak 410.206 jiwa. Terdiri dari laki-laki 201.997 jiwa dan perempuan 199.209 jiwa. (ADV/08)

Rekomendasi Berita