oleh

Menristekdikti Berharap STIEBI Berikan Pendidikan Berkualitas

LUBUKLINGGAU – Peletakan batu pertama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Bisnis (STIEBI) Prana Putra dilakukan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof H Mohammad Nasir, Ph.D. Momen bersejarah ini terpusat di Jl Lingkar Utara, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kamis (25/7).

Kegiatan ini diawali dengan pemberian gelar kehormatan kepada Menristekdikti Prof H Mohamad Nasir, Ph.D oleh Lembaga Adat Kota Lubuklinggau, dengan gelar Pangeran Meraje Pandu Winata yang berarti bermakna Pemimpin Teladan dan Penata Sastra Ilmu Pendidikan. Pemberian gelar kehormatan ini diberikan langsung oleh Ketua Lembaga Pemangku Adat, Abu Nawas.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Jenderal Kelembagaan RI Agus Indarjo, Prof Dr Slamet Widodo Ketua LK2Dikti Wilayah Sumbagsel, Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong, Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau, Sekretaris Daerah Kota Lubuklinggau, Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, Kapolres Lubuklinggau, Dandim 0406 MLM, Ketua STIEBI Prana Putra, beserta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perwakilan lembaga swasta serta perwakilan universitas negeri dan swasta di Kota Lubuklinggau dan Sumatera Selatan (Sumsel), beserta kepala sekolah dan pelajar.

Dalam sambutannya, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengucapkan selamat datang kepada Menristekdikti di Kota Sebiduk Semare yang menjadi kebanggaan warga Kota Lubuklinggau dan Sumsel.

“Dengan adanya STIEBI ini sangat berarti untuk pembangunan masyarakat Kota Lubuklinggau, yang mana kami Kota Lubuklinggau memiliki visi menjadi kota yang metropolis dan madani yang menjadi pusat dari segala kegiatan tetapi tetap menjaga kerukunan,” ungkapnya.

Dan tentunya, kehadiran STIEBI ini akan menjadi bagian dari peningkatan daya saing Kota Lubuklinggau khususnya di bidang pendidikan.

Sementara itu Ketua STIEBI Prana Putra, H A Baidjuri Asir memaparkan Pembangunan Kampus STIEBI Prana Putra bertempat di jalan lingkar utara mengambil lokasi di tempat peletakan batu pertama di atas tanah seluas 2 ½ Ha milik yayasan Prana Sohe. STIEBI Prana Putra ini diprogramkan mampu menghasilkan alumni yang berkualitas melalui beberapa langkah kebijakan yang dilakukan.

STIEBI Prana Putra memiliki moto Kreatif, Inovatif dan Kompetitif dan visi untuk menjadi perguruan tinggi yang terkemuka yang memiliki keunggulan kompetitif pada bidang manajemen dan bisnis berorientasi global dan berkarakter entrepreneurship ini, kuliah pertamanya akan dilaksanakan awal Oktober 2019 di Kampus Jl. Yos Sudarso Lubuklinggau.

“Khusus Program Studi (Prodi) Manajemen yang sudah mendapat izin operasional, dari dua Prodi yang diajukan yaitu Prodi Manajemen dan Prodi Bisnis. Berkaitan dengan itu pada kesempatan ini kami mengimbau kiranya Bapak Menteri berkenan menerbitkan izin operasi Prodi yang tertunda yaitu Prodi Bisnis. Prodi Bisnis ini akan disiapkan untuk menangani hal-hal yang berkaitan dengan milenial dan teknologi 4.1,” paparnya.

Dan sesuai dengan kebutuhan yang nyata di masyarakat baik di Kota Lubuklinggau dan sekitarnya, tambahnya, Yayasan Prana Sohe akan mengajukan kembali beberapa Prodi baru di mana Prodi dimaksud masih dalam pengkajian pihak Yayasan dan STIEBI.

Di samping itu, Menristekdikti Prof H Mohamad Nasir dalam arahannya mengucapkan terima kasih kepada pemberian gelar adat dan selamat kepada STIEBI yang sudah memasuki tahap peletakan batu pertama pembangunan kampus.

“Mendirikan sekolah itu mudah, tapi bagaimana membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas yang menjadi tantangan kita bersama kedepannya. Bagaimana strateginya? Strateginya institusi harus mampu melihat peluang di pasaran, jurusan mana yang memang betul-betul dibutuhkan,” katanya.

Dirinya berharap STIEBI bisa memberikan pendidikan yang berkualitas, dan semoga pembangunan STIEBI ini mampu meningkatkan SDM di Kota Lubuklinggau dan lompatan-lompatan yang maju tetapi tetap mencintai Tanah Air bangsa dan negara. (rrf)

Rekomendasi Berita