oleh

Menguntungkan, Apalagi Menang Lomba

Tren Budidaya Burung Murai

Damir (30), warga Kelurahan Wirakarya Kecamatan Lubuklinggau Timur II ini salah seorang warga yang memiliki hobi memelihara burung Murai. Pasalnya selain hobi dengan suaranya yang merdu, juga menguntungkan ketika diikutkan dalam suatu perlombaan.

Laporan Daulat, Wirakarya

Memasuki kediaman Damir, dipastikan tamu yang berkunjung akan disuguhkan nyanyian. Bukan nyanyian yang berasal dari manusia, melainkan nyanyian burung Murai. Karena di kediamannya, Damir banyak memelihara burung Murai.

Dibincangi di kediamannya, Damir mengaku sudah memiliki hobi memelihara burung Murai sejak tahun 2014 lalu, sehingga koleksi burung Murai miliknya cukup banyak.

Damir juga mampu membaca peluang, melalui hobi ini ia berhasil meraup keuntungan. Tidak hanya dengan membudidaya saja, tapi pria tinggi ini aktif mengikuti Lomba Burung Berkicau.

Saat ini koleksi Burung Murai yang dimiliki Damir sebanyak 10 ekor, diternak dalam kandang dengan ukuran tinggi 2,5 meter, panjang 2 meter dan Lebar 1 meter.

Damir tahu cara memperlakukan burung peliharaannya agar bisa nyaman, salah satunya dengan meletakkan ranting pohon dan pancuran air, dilengkapi dengan tempat makan dan minum, mereka juga butuh relaksasi,” ucapnya

Untuk diketahui, jika membudidaya burung Murai dalam satu sangkar hanya boleh di tempat dua ekor burung yaitu burung betina dan jantan.

Pasalnya, Burung Murai merupakan salah satu tipe burung petarung jika dalam satu sangkar ditempatkan lebih dari dua burung maka berpotensi timbul perkelahian.

Awal budidaya, Damir hanya memelihara dua pasang burung saja, itu pun ia beli di Dusun Suro Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas harganya cukup fantastis yaitu Rp 5 juta.

Jumlahnya terus bertambah menjadi lima pasang atau 10 ekor burung Murai. Harga jual burung Murai cukup mahal, untuk jenis anakkan jantan dijual seharga Rp 2 juta, sedangkan anakan betina hanya Rp 900 ribu.

Setiap bulan Damir mampu menjual 4-5 ekor burung, itu artinya setip bulan lajang ini mampu meraup omzet Rp 8 juta hingga Rp 10 juta.

“Kalau proses pemeliharaannya tidak begitu sulit, karena bahan makanannya cukup mudah yaitu jangkrik, telur semut rang-rang (Kroto), dan ulat. Yang jualan dan budidaya makanan Burung Murai juga sudah banyak,” tambahnya.

Damir menjual burung ternakannya dengan sesama teman penghobi Burung Kicau. Burung Murai ternakan Damir memiliki ciri khas, yaitu suara lantang, nyaring, serta memiliki mental dan postur yang besar.

“Yang beli beragam, ada dari Palembang, bahkan ada juga dari Bengkulu, dan Rejang Lebong,” ungkapnya.

Tambahnya, ia siap menjadi mentor bagi warga yang berminat untuk membudidaya burung Murai.

“Caranya, datang saja ke rumah saya,” tuturnya (*)

Komentar

Rekomendasi Berita