oleh

Mengintip Manisnya Geliat Bisnis Kuliner Para Artis Indonesia

Tidak Selalu Bicara Profit, Kearifan Lokal Selalu Jadi Prioritas

Mencicipi bisnis kuliner membuat sederet artis Indonesia seperti Teuku Wisnu, Zaskia Sungkar, Syahrini, Dude Harlino dan Irfan Hakim semakin banyak berwirausaha. Hingga kini, mereka berjualan oleh-oleh kue khas hingga mencoba membuka cabang di berbagai kota.

ANDI MARDANA-Jakarta

Jannah Corp, dikenal sebagai manajemen dari kumpulan 20 brandkue para artis. Pendirinya Zaskia Sungkar dan sang suami, Irwansyah. Ada Bogor Rain Cake, dijalankan Shiren Sungkar yang sudah memiliki dua cabang di daerah Bogor. Ada pula ZapinBatam milik Andhika Pratama dan Makassar Baklave milik presenter Irfan Hakim.

Dari korporasi itu, para arits mencoba mengangkat ciri khas daerahnya. Meskipun bisnis oleh-oleh yang digeluti sederet aktris merupakan makanan kekinian namun tetap mengangkat kearifan lokal daerah tersebut.

Seperti bisnis Bogor Rain Cake yang dijalankan Shireen Sungkar. Roti Kota Hujan itu membantu meningkatkan kesejahteraan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) warga sekitarnya.

Kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Shireen mengatakan usaha yang berdiri sejak 2017 itu dibangun lantaran UMKM menjadi penopang usaha kerakyatan yang tengah mendapat perhatian dari pemerintah.

Di Kota Bogor, perkembangan UMKM tumbuh dengan cepat. Menurut data yang dimiliki oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, pertumbuhan UMKM meningkat dari 12 ribu ke 23 ribu UMKM. Hal tersebut berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kota Bogor yang mencapai 6,7 persen pada 2017.

“Meningkatkan pertumbuhan UMKM Bogor sejalan dengan visi dari brand kam .Lewat Bogor Raincakes ini kami ingin membuktikan bahwa usaha kekinian dan lokal bisa berjalan beriringan dan saling support,” ujar Shireen Sungkar kepada FIN, Minggu (6/1).

Outlet Shireen di Jalan Raya Puncak Cisarua, Kampung Kopo Leuwimalang, Cisarua menjadi pasar produk UMKM warga dengan kualitas terbaik.

“Bogor Raincake hadir tak hanya sebagai oleh-oleh kekinian saja namun cake oleh-oleh premium kekinian sebagai alternatif oleh-oleh jajanan dari kota hujan penuh keberkahan, Kota Bogor,” ujar istri Teuku Wisnu ini.

Shireen mengatakan, bisnis oleh-olehnya kini telah membangun cabang ke tiganya di Cibinong, Kabupaten Bogor. Berbeda dengan konsep gerai sebelumnya yang berada di Kota Bogor dan Kawasan Puncak, kali ini, Shireen membuka outletnya itu dengan konsep pop up store di Cibinong City Mall.

Hal ini dilakukan setelah banyaknya permintaan masyarakat luas, agar Bogor Raincake mudah dijangkau oleh masyrakat Cibinong dan sekitarnya.Termasuk juga masyarakat dari luar kota Cibinong yang singgah di mall tersebut.”Saya kan orangnya nggak bisa diam. Terus beraktifitas dan sekreatif mungkin,” tuturnya.

Perempuan 26 tahun ini mengungkapkan alasan dirinya membuka outlet barunya lantaran banyaknya permintaan dari masyarakat dan fansnya.

Tak jauh berbeda dengan Shireen Sungkar, pedangdut Fitri Carlina juga berupaya mempromosikan potensi daerah Banyuwangi. Lewat kuliner kekinian yang diberi nama Banyuwangi Savana Cake (BSC) Duta pariwisata dari wilayah di ujung timur Pulau Jawa ini melihat sajian kue khas daerahnya dengan cara yang berbeda.

Menurut Fitri, Banyuwangi selain dikenal dengan wisata baharinya ternyata dahuludikenal sebagai Kota Pisang pada era 1980-an. Sayangnya, sebutan sebagai Kota Pisang tinggal gemanya saja. Saat ini, generasi muda Banyuwangi lebih mengenal sale pisang atau keripik pisang kepok merah sebagai oleh-oleh penganan khas Banyuwangi.

Pelantun “ABG Tua” ini bertekad untuk mengembalikan kejayaan Banyuwangi yang dulu terkenal dengan sebutan Kota Pisang. Dengan bermodalkan semangat yang kuat untuk memajukan dan mengembangkan potensi wisata daerahnya, pedangdut adik Nini Carlina ini menggagas sebuah ide promosi yang efektif untuk memperkenalkan Banyuwangi.

Promosi itu melalui sajian kue khas Nusantara yang diberi nama Banyuwangi Savana Cake (BSC) dengan menggunakan bahan dasar pisang. Mengusung tagline “Seru Enjonge” yang memiliki arti keterlaluan nikmatnya, diambil dari bahasa Osing Banyuwangi.

Sementara nama savana terinspirasi dari iklim tropis Banyuwangi dan merupakan nama tempat pariwisata terkenal di Banyuwangi, yakni Savana Baluran dan Savana Sadengan. Kedua tempat tersebut merupakan savana terbaik di Banyuwangi dan mendapat julukan Afrika Kecil dari Pulau Jawa.

“BSC mengeluarkan lima varian rasa kue yang mengadopsi keindahan pariwisata Banyuwangi seperti Savana Red Island, Savana Green Bay, Savana Blue Fire, Savana Sunrise of Java, dan Savana Wedi Ireng,” ujar Fitri menerangkan brandnya saat dihubungi FIN, kemarin.

Perempuan kelahiran 1987 ini punya strategi tersendiri dalam menggaet pengunjung. Ia menyebarkan promosi melalui media online dan melakukan aktivasi di beberapa lokasi di Banyuwangi, supaya masyarakat lebih mengenal Banyuwangi Savana Cake.”Harapan saya kehadiran BSC dapat memberikan manfaat manis untuk Kabupaten Banyuwangi.,” ungkapnya lebih lanjut. (*/fin/tgr)

Rekomendasi Berita