oleh

Mengingatkan Kita Pada Kampung Akhirat

Mengulik Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadhan

Salah satu tradisi menjelang Ramadhan di Indonesia adalah ziarah kubur. Bagaimana sebenarnya hukum berziarah kubur dan apa saja dalil yang mendasarinya?

Laporan Dendy Saputra, Lubuklinggau

UNTUK tahu tentang hukum berziarah kubur dan apa saja dalil yang mendasarinya, Selasa (15/5) malam, saya sengaja membincangi Ust H Indra Rozak, yang dikenal sebagai sosok tokoh agama di Kota Lubuklinggau.

Di ruang tengah Panti Asuhan Masthuro, perbincangan kami berlangsung hangat. Meski waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB, Ust Indra Rozak amat bersemangat untuk membagi ilmunya.

Ia menjelaskan dalam pandangan Islam berziarah ke makam keluarga merupakan tradisi Islam. Hukumnya tidak secara khusus disunahkan, apalagi diwajibkan.

“Itu hanya bagian dari tradisi atau kebiasaan masyarakat saja,” tuturnya.

Ustadz yang juga mendedikasikan diri di Yayasan Azhariyah ini menjelaskan, pada zaman permulaan Islam berkembang, Nabi Muhammad SAW melarang umat Islam ziarah kubur. Karena Rasulullah khawatir terjadi kesyirikan dan pemujaan terhadap kuburan tersebut. Apalagi bila yang meninggal itu termasuk orang-orang yang saleh. Disamping itu, keimanan para sahabat waktu itu masih lemah dan membutuhkan pembinaan dari Rasulullah SAW.

Peringatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada para sahabat, tetapi juga kepada umat Islam sekarang ini.

“Ternyata, kalau kita perhatikan apa yang dikhawatirkan Rasulullah SAW memang terjadi saat ini. Banyak kaum muslimin yang salah dalam menerapkan ziarah kubur. Mereka melakukan ziarah kubur hanya sekedar mengikuti adat dan tradisi daerah. Sehingga syariat Islam bercampur tradisi yang sesat,” terang Ust Indra Rozak.

Oleh karena itu, dalam Islam tradisi ziarah kubur sah –sah saja, tetapi perlu digarisbawahi niat kita ziarah itu untuk apa.

Dalam Hadist Riwayat Muslim, Abu Daud dan At Tarmidzi, Rasulullah SAW berkata : ‘Adalah aku betul-betul telah melarang kamu berziarah ke kubur, tapi betul-betul telah diizinkan buat Muhammad tentang menziarahi kubur-kubur bunda beliau, maka sebab itu ziarahlah kamu ke kuburan karena hal ini mengingatkan kamu terhadap kampung akhirat’.

“Jadi jelas bahwa ziarah itu dibolehkan dalam Islam,” jelas Ustad H Indra Rozak.

Diperbolehkannya umat Muslim ziarah kubur, menurut Ust Indra Rozak bisa mengingatkan tentang hari akhirat dan kematian. Sehingga dapat memberikan pelajaran (ibrah) bagi orang yang berziarah. Harapannya bisa memberikan dampak yang positif dalam kehidupan, mendoakan keselamatan bagi orang-orang yang telah meninggal dunia dan memohon ampunan untuk mereka atas segala amalan di dunia, untuk menghidupkan sunah yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW serta mengharap pahala kebaikan dari Allah dengan ziarah kubur yang dilakukan.

“Sering juga kita melihat masyarakat kalau berziarah ke kubur itu membawa air dan bunga. Menurut saya, hal ini sah-sah saja selagi tidak bertentangan dengan aturan agama Islam serta tidak mengandung kesyirikan,” imbuhnya.

Selain untuk mengingat mati, ziarah kubur tentu saja bermanfaat untuk kebaikan yang menghuni kubur. Sebab Rasulullah SAW telah mengajarkan kita untuk mendoakan orang yang di dalam kubur, mulai dari salam ketika datang hingga memohonkan ampunan kepada Allah atas dosa-dosanya, serta mendoakan kebaikan-kebaikan.(*)

Rekomendasi Berita