oleh

Mengganggu Pengguna Jalan APK Harus Dilepas

LUBUKLINGGAU – Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, H Rodi Wijaya meminta masyarakat proaktif dalam masa kampanye Pemilu 2019. Terutama mengenai Alat Peraga Kampanye (APK), dan Alat Peraga Sosialisasi (APS) yang dipasang peserta pemilu tidak sesuai tempatnya. Termasuk APK dan APS yang mengganggu pengguna jalan.

“Beberapa waktu lalu, saya dapat laporan dari masyarakat, yang protes terhadap APK atau APS yang dipasang peserta pemilu. Sebab, alat peraga tersebut mengganggu pengguna jalan,” katanya, Sabtu (22/12).

Menurutnya, mestinya hal seperti ini tidak perlu terjadi. Sebab, walaupun APK atau APS tersebut dipasang di tanah masyarakat, dan atas persetujuan dari pemilik tanah. Mestinya, memperhatikan akibat dari pemasangan yang sudah dilakukan.

“Kalau APK atau APS meresahkan pengguna jalan, yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, hendaknya dilepaskan segera, baik oleh Bawaslu, masyarakat setempat maupun peserta pemilu itu sendiri,” tegas Rodi.

Bahkan, Rodi menjelaskan kalaupun APK atau APS yang dipasang tersebut merupakan milik dirinya, maupun Parpol yang dikomandoinya. Rodi ikhlas untuk melepaskan APK atau APS yang mengganggu keselamatan pengguna jalan.

“Mau baliho atau spanduk siapa saja, silakan dilepas kalau mengganggu pengguna jalan. Termasuk, baliho atau spanduk saya pribadi, karena tujuan kami sebagai peserta pemilu untuk sosialisasi, memperjuangkan aspirasi masyarakat. Bukannya, untuk membuat masyarakat celaka,” jelasnya.

Seperti diketahui, Bawaslu Kota Lubuklinggau telah melakukan penertiban terhadap APK maupun APS yang dipasang pada tempat terlarang. Seperti, tiang listrik, tiang telepon, pohon yang ditanam oleh pemerintah dan taman kota, serta yang mengganggu keindahan, etika dan estetika Kota Lubuklinggau. Namun, untuk APK maupun APS yang dipasang di luar itu, tidak dilakukan penertiban. Dikarenakan, tidak ada aturan yang mewajibkannya dilepas. (aku)

Rekomendasi Berita