oleh

Mengenang Raden Syalendra, Memperjuangkan Anggaran Rumah Tahfidz Qur’an

LINGGAUPOS.CO.ID- Sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis (22/10), Anggota DPRD Kota Lubuklinggau, Raden Syalendra menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah Curup, Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, pada usia 42 tahun. Banyak hal baik, yang membuat sahabat, keluarga dan handai tolan merasa kehilangan atas kepergiannya itu.

Almarhum tutup usia sesaat akan pulang ke Kota Lubuklinggau, setelah perjalanan Dinas Luar (DL) di Kota Bengkulu. Tentunya kabar duka ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar DPRD Kota Lubuklinggau.

Dikabarkan, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meninggal dunia usai menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD, usai melakukan Kunjungan Kerja (Kunker). Dan hal ini dibenarkan oleh Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, H Rodi Wijaya.

Rodi menjelaskan berdasarkan informasi yang ia terima dari anggota DPRD lainnya yang juga ikut dalam Kunker tersebut, almarhum saat di Bengkulu masuk angin.

“Informasi dari temannya yang satu mobil, pagi harinya, sudah dikerik kemudian mereka hendak pulang ke Lubuklinggau,” ungkapnya.
Saat dalam perjalanan, lanjut Rodi, di wilayah Curup Provinsi Bengkulu, Raden merasa tidak tahan lagi sehingga teman-temannya membawanya ke RSUD Curup.

“Meninggalnya sekitar pukul 14.30 WIB tadi, sekarang masih dalam perjalanan pulang ke Lubuklinggau,” ungkap Rodi, Kamis (22/10/2020) sore.

Rodi mengatakan, Raden merupakan anggota DPRD yang baik. Semasa hidupnya sebagai pribadi yang menyenangkan. “Kita semua tentunya berduka atas kepergian beliau,” ungkap Rodi.
Senada diungkapkan Yulius, yang juga rekan kerja Raden dan satu partai di PKB. Yulius mengaku merasa kehilangan sahabatnya.

“Ya kita semua terkejut dan merasa kehilangan sosoknya. Tapi kita yakin beliau orangnya baik kepada semua orang, kita berharap dan kita doakan beliau juga ditempatkan yang terbaik di sisi Allah WT,” ungkap Yulius.

Di media sosial semua teman, sahabat serta rekan kerja mengucapkan hal yang sama.
Seperti yang diungkapkan Wansari, Anggota DPRD Kota Lubuklinggau dari Fraksi PDIP. Di Status WhatsApp pribadinya ia mengungkapkan, banyak yang sudah dilaluinya bersama Almarhum Raden, serta banyak pelajaran yang ia dapati. Ia juga menuliskan kalau dirinya dan semua orang tahu Raden orang yang baik. Diakhir status, ia mendoakan agar Almarhum diterima di sisi Allah, dan diampuni semua kesalahan.

Salah satu teman almarhum lainnya yang sangat berduka adalah Luluk Kholifah istri dari Hendi Budiono (Anggota DPRD Kota Lubuklinggau) yang menuliskan salam perpisahan. Luluk mengenang awal dirinya berkenalan dengan almarhum.
Terakhir, Luluk mendapat kabar dari almarhum bahwa istri almarhum sedang hamil 6 bulan, hingga ia dikabari sang suami, bahwa Raden, teman mereka bercanda telah tiada.

“Masih teringat jelas awal kita berkenalan. Kalian berdua datang ke rumah kami, Kau perkenalkan istrimu Yani. Dan aku juga masih ingat bagaimana kamu berpesan, karena aku dan istrimu sama-sama dari Jawa. Mulai hari itu kalian saudara kata kamu.
Entah kenapa setiap kita bertemu, kita selalu “berantem” tapi semua itu hanya candaan semata. Begitu perhatian kamu dengan keluarga kami, saat Bintang mendapat musibah, Engkau langsung menelepon kami dengan kekhawatiranmu diakhiri dengan doa semoga kami sehat selalu.

Bertemu terakhir di gedung DPRD dalam rangka paripurna HUT Kota Lubuklinggau, kamu bercerita istrimu tengah hamil 6 bulan dan kamu bahagia karena hasil USG-nya laki-laki, kamipun ikut bahagia. Belum sempat kami silaturahmi ke rumahmu, siang tadi kak Hendi Budiono memberikan kabar kamu telah pergi.

Aku pikir semua hanya “candaan” semata tetapi setelah kudatang ke rumahmu ternyata benar adanya. Innalillahi” tulis Luluk Kholifah di akun Facebook pribadinya.

Hal sama diungkapkan Kgs Effendi Fery, Staf Ahli Setda Kota Lubuklinggau.
“Selamat Jalan Saudaraku Raden Syahlendra Anggota DPRD Kota Lubuklinggau hampir 6 tahun kami bersama saudaraku dan engkau orang baik dan sholeh dan yang tak pernah akan kami lupakan,” tulis Kgs Effendi Fery dalam beranda akun Facebook-nya.

Ia menuliskan, Raden Syahlendra adalah Anggota DPRD Kota Lubuklinggau yang memperjuangkan Anggaran Rumah Tahfidz Qur’an.
“Insya Allah setiap bacaan santri akan mengalir ke dirimu saudaraku. Raden Syahlendra juga memperjuangkan kenaikan insentif tenaga kontrak Damkar dan PB Kota Lubuklinggau dari per bulan Rp1.000.000 menjadi Rp1.250.000, memperjuangkan BPBD Kota Lubuklinggau terbentuk dan semoga BPBD Kota Lubuklinggau terbentuk. Kami doakan semoga engkau mendapat tempat di surganya Allah SWT,” doanya.(*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita