oleh

Mengaku Hamil, Prada DP Bunuh Kekasihnya

-Kriminal-1.291 dibaca

LINGGAU POS ONLINE – Prajurit Dua (Prada) Deri Pramana (21), Kamis (13/9) dinihari ditangkap Tim Gabungan Den Intel Kodam II Sriwijaya dan Denpom II/4 Sriwijaya di Padepokan Monghiam pimpinan H Sar’i, Kabupaten Serang, Banten.

Prada Deri Pramana diduga kuat tersangka pembunuhan Vera Oktaria (21).

Jenazah Vera ditemukan Jumat, 10 Mei 2019 dalam keadaan sudah membusuk dan dimutilasi di Penginapan Sahabat Mulia kamar No.06, RT.5 RW.3 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba.

Ia ditangkap oleh Tim Gabungan yang dipimpin Mayor Inf Indo Wijaya dan Kapten Inf Rizal Rolip yang beranggota Serma Muhlisin, Serka Indarwadi dan Serka Kms Darojat, setelah 35 hari kabur usai melakukan pembunuhan.

Seperti dikutip dari kabarrakyat, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/4 Sriwijaya, Kolonel Inf Djohan dalam konfrensi pers di Markas Polisi Miller (Pomdam) II/4 Sriwijaya, Jumat (14/6) menjelaskan, diketahuinya persembunyian Deri Pramana setelah komunikasi dengan keluarganya.

“Persembunyian DP (Deri Pramana, red) ini diketahui setelah ia melakukan komunikasi dengan keluarganya pada 13 Juni 2019 kemarin. Dia mengatakan dirinya sedang berada di lokasi. Dengan menyebar intel, kita lakukan penangkapan,” kata Kapendam.

Dari pengakuan Deri, menurut Kolonel Inf Djohan, bermula korban Vera mendesak Prada Deri untuk menikahinya secara resmi baik di kantor maupun negara. Namun Deri menolaknya.

Alasannya tersangka Prada Deri masih terikat pendidikan kedinasan TNI. Alhasil kedua sejoli itu terjadi keributan.

Tidak ada yang tahu mereka bertengkar karena keduanya ribut di dalam kamar yang mereka sewa. Saat itu pagi hari sekitar pukul 08.00 Wib.

Korban Vera emosi karena Deri dinilainya menghindar dari tanggungjawab menikahinya padahal korban (Vera) mengaku hamil dua bulan. Diakui Prada Deri dalam masa pacaran itu dia dengan Vera sudah melakukan hubungan suami istri.

Didesak untuk menikahinya membuat Prada Deri juga tersulut emosi. Diduga korban juga mengancam akan melaporkan perbuatan tersangka ke komandan kesatuannya.

Hal ini membuat tersangka Prada Deri lepas kontrol. Dia lalu membekap mulut korban hingga tidak bisa bernafas. Entah berapa lama tersangka yang sudah kerasukan setan tersebut membekap mulut pacarnya. Dia melepaskan bekapan di mulut Vera setelah korban (Vera) tidak bergerak lagi.

Mengetahui Vera sudah tidak bernyawa, membuat tersangka Prada Deri semakin panik. Dia khawatir perbuatannya ketahuan dan berakibat dipecat sebagai anggota TNI. Terlintas dalam pikirannya untuk menghilangkan jejak.

Muncul pemikiran untuk mutilasi korban menggunakan gergaji. Deri sempat pergi keluar dan membeli sebuah koper besar. Rencananya potongan tubuh Vera akan dimasukkannya dalam koper itu.

Namun ide itu tidak jadi dilakukan. Entah apa pertimbangan Deri membatalkan ide pertama.

Muncul ide lain, tersangka ingin memusnahkan barang bukti pembunuhan dengan membakar mayat Vera dengan menggunakan racun nyamuk. Namun itu pun tak jadi dilaksanakan.

Tersangka Deri bertambah panik, dia khawatir perbuatannya diketahui karyawan penginapan tempat mereka menginap. Akhirnya dengan putus asa, Prada Deri memasukkan jenazah korban dalam lipatan kasur. Dia pun kabur dengan meninggalkan sepeda motor korban di penginapan itu.

Usai melakukan pembunuhan, ditambahkan Kapendam, Deri sempat kembali ke tempat pelatihannya Dodiklatpur di Martapura, Kabupaten OKU Timur. Kemudian dia melarikan diri ke Lampung dengan membawa tas kresek warna hitam .

Perasaannya selalu dihantui ketakutan dan perasaan bersalah. Saat berada dalam mobil angkutan umum yang ditumpanginya, tesangka bertanya dengan salah satu penumpang dimana tempat untuk mendalami ilmu agama.

Penumpang tersebut lalu merekomendasi padepokan milik H Sar’i di Serang Benten itu. Hingga 10 Juni Deri Pramana tiba di Padepokan, baru tiga hari berada di padepokan itu ia ditangkap.

Sementara sebelum itu ini Deri selalu berpindah-pindah lokasi persembunyiannya.

Saat konfrensi pers, tersangka Prada Deri juga dihadirkan. Namun ia diam seribu bahasa. Ketika beberapa wartawan mengajukan pertanyaan kepadanya tidak ada jawaban keluar dari mulutnya. Dia hanya diam sambil menundukkan kepala.

Sekedar mengingatkan Prada Deri Pramana diburu petugas Denintel dan Pomdam II/4 Sriwijaya karena diduga kuat terlibat atas terbunuhnya seorang karyawati Indomaret bernama Vera Oktaria (21) warga Jalan KH Azhari Lorong Indra Karya RT 33 Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang.

Jenazah Vera ditemukan Jumat, 10 Mei 2019 lalu dalam keadaan sudah membusuk dan sudah dimutilasi di Penginapan Sahabat Mulia kamar No.06, RT.5 RW.3 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba. Indikasi keterlibatan Deri karena korban saat menginap bersama, Prada Deri.(kby/net)

Rekomendasi Berita