oleh

Mengaji Metode Tilawatil

LUBUKLINGGAU – Tilawatil adalah merupakan salah satu di antara metode pengajaran Alquran. Tilawatil menawarkan suatu sistem pembelajaran Alquran yang mudah, efektif dan efisien demi mencapai kualitas bacaan, pemahaman dan implementasi Alquran.

Pada Metode Tilawatil ini menggabungkan metode pengajaran secara klasikal dan privat secara seimbang sehingga pengelolaan kelas lebih efektif. Ustadz atau ustadzah dapat mengajari santri 15-20 orang tanpa mengurangi kualitas.

Keunggulan dari metode tilawatil, diantaranya menyeimbangkan pendekatan pembelajaran secara klasikal dan individual. Metode ini disusun secara praktis, sehingga mudah dipelajari, menekankan pada kemampuan peserta didik untuk dapat membaca Alquran secara tartil, dan menggunakan variasi lagu-lagu tilawah dalam membaca Alquran sehingga tidak membosankan.

Salah satu yang menerapkan mengaji dengan menerapkan metode tilawatil ini adalah di PAUD Bina Insani.

“Kegiatan mengaji adalah salah satu kegiatan rutin di PAUD Bina Insani, dan pada kegiatan ini kami menggunakan metode tilawatil, serta beberapa menggunakan metode Iqra,” jelas Kepala PAUD Bina Insani, Siti Aisyah .

Lanjutnya, untuk anak yang sudah lancar membaca Iqra dan sudah lama mengaji, kami akan mengajarkan mereka dengan metode tilawati, sedangkan untuk anak yang baru saja belajar mengaji dan belum lancar, kami akan tetap mengajarkan mereka dengan metode Iqra.

“Tetapi kami akan tetap mengajarkan mereka dengan metode tilawati secara keseluruhan, sehingga anak iqra bisa mengikuti metode tilawati secara bertahap,” ungkapnya.

Di PAUD ini tambahnya, sudah membuktikan efektivitas dan kemudahan pembelajaran Alquran metode tilawatil menuju bacaan tartil. Jadi belajar mengaji dengan metode tilawatil ini, secara tidak langsung anak akan langsung belajar melafazkan huruf hijaiah secara benar dan bacaan tartilnya. (rrf)

Rekomendasi Berita