oleh

Mengais Rupiah, Terpaksa Aku Mengamen

Namaku sebut saja, Melati (45). Aku seorang wanita sering mencari rezeki dengan cara menghibur masyarakat dengan cara karaoke musik dikeliling kota Lubuklinggau.

Memang selain mencari rezeki dengan menghibur masyarakat dengan suara, aku tidak mempunyai pekerjaan lainnya. Lantaran aku dilahirkan ataupun hidup berbeda dari masyarakat lainnya yakni tidak mempunyai penglihatan (buta).

Jadi kalau ingin bekerja di tempat lain baik di pabrik ataupun lainnya sangat sulit untuk diterima. Oleh sebab itu aku lebih memilih mengais rezeki dengan cara mengamen dengan musik karaoke keliling Lubuklinggau asalkan halal dan bisa hidup.

Setiap harinya aku mencari rezeki mulai dari Pasar Inpres hingga ke toko-toko yang ada di Kota Lubuklinggau. Kadang kala bersama dengan anakku yang saat ini berusia 7 tahun, sedangkan suamiku telah lama tiada akibat penyakit yang di deritannya.

Tidak jarang aku mendapat cacian dari masyarakat, namun itu semua bukan dijadikan permasalahan bagiku karena yang aku pikirkan hanya bagaimana bisa bertahan hidup bersama dengan anakku.

Seandainya suamiku saat ini masih hidup, mungkin aku tidak akan banting tulang mencari uang dengan cara mengamen karaokean dengan musik bok. Tetapi takdir berkata lain, ia telah meninggalkan kami untuk menghadap tuhan.

Saat ini aku tidak memikirkan lagi masa depan ataupun kehidupanku, hanya saja masa depan anakku yang saat ini masih berusia 7 tahun. Aku hanya berharap sampai umurnya dewasa dan mempunyai pekerjaan hingga bisa melanjutkan hidup, setelah itu apabila ajalku tiba aku rela dan ikhlas.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita