oleh

Mendidik Para ‘Penjage Sungai Musi’

LINGGAU POS ONLINE, BTS ULU – Merawat keberagaman atau ‘Penjage Sungai Musi’ jadi tema besar yang diusung dalam acara ‘Ngelong 2’ oleh para guru Program Indonesia Mengajar yang mendedikasikan diri di Kabupaten Musi Rawas.

Program Ngelong 2 ini dilaksanakan akhir 2017 lalu di Desa Kembang Tanjung, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas.

Guru Program Indonesia Mengajar yang menggagas even Ngelong 2 yakni Putri Verlita, kepada Linggau Pos, menjelaskan mereka mengusung tema ‘Penjage Sungai Musi’ karena Sungai Musi sebagai sungai terpanjang di Indonesia menyediakan berbagai kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan oleh manusia dari dulu hingga sekarang.

“Warga Desa Kembang Tanjung sebagai salah satu suku asli Musi yang hidup di bantaran sungai dengan memanfaatkan berbagai hasil sungai. Sejauh ini, warga masih aktif menggunakan sungai untuk kebutuhan MCK dan sumber makanan alam sehari-hari. Perlu adanya pendidikan dari dini untuk anak-anak Kembang Tanjung mengenai pentingnya merawat dan menjaga Sungai Musi, selain menggunakannya untuk mandi, bermain, dan mencari ikan,” tutur guru berparas cantik ini.

Sebab, mereka berkeyakinan, kelak anak-anak inilah yang akan menjadi ‘Penjage Sungai Musi’. Sehingga harapannya Sungai Musi sebagai salah satu ikon bangsa tetap bisa lestari dari masa ke masa.

Diantara kegiatan yang dilaksanakan bersama para murid SD Kembang Tanjung itu yakni menonton Layar Tancap Kembang Tanjung tentang Kehidupan Sungai.

Tak hanya di sekitar desa, kegiatan juga dipusatkan di bantaran Sungai Musi. Anak-anak diajak memungut sampah dan pembuatan bak pengumpulan sampah oleh perangkat Desa Kembang Tanjung di titik hulu, tengah, dan hilir Sungai Musi.

Tak hanya itu, anak-anak juga diajak mencari harta karun (puzzle) tentang ekosistem dan biota Sungai Musi.

“Kami juga mengajak mereka memancing dan menangkap ikan menggunakan alat tradisional yang ramah lingkungan oleh warga desa, seperti bubuh, lengiyan, dan lain-lain. Rasakan juga sensasi berenang di Sungai Musi secara langsung,” jelasnya.

Guru-guru program Indonesia Mengajar juga mengajak anak-anak ini demo memasak makanan khas hasil Sungai Musi (olahan ikan tampa, lampam, dan lainnya) oleh ibu-ibu PKK Desa Kembang Tanjung.

Lebih menarik lagi, anak-anak diajak membuat grafiti sekolah tentang Penjage Musi. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita