oleh

Mencuri Tabungan Istri, Demi Sabu

Penyesalan Seorang Pengedar Narkoba

Untung tak dapat diraih. Malang tak dapat ditolak. Sepertinya peribahasa itu sejalan dengan kondisi yang dialami pria satu ini. Pria berinisial LS (35) warga Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, harus mengikuti proses persidangan di Pengadilan Negeri(PN) Lubuklinggau.

Laporan Suwito, Sidorejo

Alih-alih mendapat untung banyak dari berjualan narkoba jenis sabu, dia justru mendekam di jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Muara Beliti. Pengangguran ini mengakui tergiur berjualan narkoba untuk mendapatkan keuntungan lumayan besar.

“Awalnya nyoba makai sabu, lama-lama ketagihan. Selanjutnya aku coba jadi pengedar karena selain bisa makai gratis dan dapat untung juga,” katanya, saat saya temui, Senin(9/5).

Dirinya mengaku, sebagai pengedar narkoba jenis sabu baru sebulan terakhir dilakukan. Ia membeli barang haram itu dari seseorang sahabatnya yang kini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Saya di kenali teman saja, setiap transaksi selalu dilakukan melalui telepon saja,” ujarnya.

Satu paket sabu-sabu itu dibeli seharga Rp 600 ribu menggunakan uang tabungan istrinya. Selanjutnya, satu paket sabu-sabu itu kemudian dipecah menjadi beberapa paket.

“Sabu-sabu itu saya pecah, supaya saya bisa pakai gratis dan bisa dapat untung sekitar Rp 200 ribu,” ungkapnya.

Dirinya mengakui menyesal atas perbuatan melakukan jual beli narkotika jenis sabu.

“Pekerjaan sekarang susah, untuk saja istri saya bekerja menjadi guru kalau tidak kami tidak makan. Saya menyesal melakukan semuanya ini,” sesalnya. (*)

Rekomendasi Berita