oleh

Menata Sekolah Model

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Tahun 2016, dua SD di Kota Lubuklinggau dinyatakan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai sekolah model. Yakni SDN 30 Lubuklinggau dan SDN 63 Lubuklinggau. Tahun 2017 bertambah tiga lagi SD model di kota ini. Yakni SDN 53, SDN 27, dan SDN 3 Lubuklinggau.

Untuk memantapkan kualitas lima SD tersebut, dilaksanakanlah studi banding ke SDN Lematang Lestari, Kabupaten Muaraenim, 22-23 Desember 2017.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Lubuklinggau, H Tamri, melalui Kabid Dikdas, DR Virry Grinitha menjelaskan kunjungan ke SDN Lematang Lestari ini dalam proses belajar.

Disdikbud Lubuklinggau berharap sekolah-sekolah model di Kota Lubuklinggau benar-benar jadi model bagi sekolah lain. Baik tingkat SD maupun SMP.

“Target kami, dengan belajar ini bisa jadi motivasi ibu-bapak kepala SD model di Kota Lubuklinggau untuk semakin meningkatkan kualitas sekolah,” jelasnya.

Hal itu dibenarkan Kepala SDN 30 Lubuklinggau Sri Astuti. Ia bersyukur bisa tandang ke SDN Lematang Lestari bersama Kabid Dikdas dan Ketua K3S SD Kota Lubuklinggau, Syamsari.

“SDN Lematang Lestari itu sekolah yang memiliki lahan luas. Di sana, penataan tanaman perindang sangat bagus. Kami belajar banyak. Terlebih, masalah kebersihan. Mungkin karena memang di-back up oleh CSR dari perusahaan Jepang, jadi kebersihannya amat terjamin. WC murid perempuan dan lelaki terpisah jauh. Jadi kemungkinan terjadi hal-hal negatif itu minim. Belum lagi, setiap depan masing-masing kelas itu ada sikat gigi setiap anak. Usai makan jajanan atau bekal, anak-anak harus gosok gigi. Kejujuran anak juga dilatih melalui absensi mandiri di depan kelas. Jadi karakter anak dibangun dengan pembiasaan sehari-hari. Kami secara bertahap akan berusaha terus bersinergi sesama guru, staff, dan komite untuk bisa mewujudkan diri menjadi sekolah model yang lebih baik,” jelas Sri.

Terlebih, Kamis (21/12) lalu, SDN 30 Lubuklinggau sudah dikunjungi empat SD model dari Kota Pagaralam. Yakni SDN 13, SDN 16, SDN 33 dan SDN 72 Pagaralam. Tak hanya SD, kepala SMPN model di Pagaralam, seperti SMPN 2, SMPN 3 dan SMPN 8 Pagaralam pun ikut serta dalam studi banding Kamis lalu. Studi banding yang dilakukan sekolah model dari Pagaralam ke SDN 30 Lubuklinggau juga disambut Dr Virry Grinitha.

“Setelah dikunjungi dan juga melakukan studi banding, banyak manfaat yang kami dapat. Tak sekadar sharing ilmu, namun kami jadi punya ide-ide baru untuk membuat sekolah ini makin baik. Bukan hanya dari sisi tampilan, namun juga layanan kepada peserta didik, termasuk ekstrakulikulernya,” jelas Sri.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita