oleh

Menanti Target Garuda Muda di Piala AFF 2019

JAKARTA – Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-22 sudah mulai menjalani pemusatan latihan (TC) tahap pertama di komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta sejak Senin (7/12) kemarin.

Pemusatan latihan itu diperuntukan sebagai persiapan tiga agenda besar di tahun 2019. Ketiga ajang itu di antaranya Piala AFF U-22 di Kamboja, 17 Februari sampai 2 Maret, Kualifikasi Piala Asia U-23 (22-26 Maret), serta SEA Games 2019 di Filipina (30 November-10 Desember).

Guna mendapatkan pemain terbaik untuk tiga ajang tersebut, pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri telah memanggil 38 pemain untuk menjalani TC tersebut. Nantinya, 38 pemain itu akan diseleksi lewat format promosi dan degradasi.

Namun sayang, meski sudah dua hari menjalani latihan di kawasan SUGBK, Senayan, Jakarta, pelatih Indra Sjafri sendiri belum menentukan target untuk ajang terdekat bagi Garuda Muda yakni Piala AFF U-22 2019. Dalam ajang itu Timnas Indonesia tergabung di Grup B bersama Malaysia, Myanmar, Singapura dan tuan rumah Kamboja.

Memang pada dasarnya, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang merupakan induk sepak bola tanah air tidak mematok target untuk Garuda Muda di ajang tersebut. Bahkan, sebelumnya Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha menyebutkan bahwa ajang itu hanya sebatas uji coba untuk Timnas Indonesia U-22.

Meski demikian, Indra mengaku bahwa setiap pelatih tentu memiliki target di setiap turnamen yang diikutinya. Akan tetapi, target itu menurut Indra, akan dipatok setelah skuat Garuda Muda terbentuk. Indra menambahkan, dari 38 pemain yang dipanggil akan disaring menjadi 23 pemain. Seleksi itu rencananya bakal dilakukan pada, Sabtu (12/1) mendatang.

“Saya kira, setiap perlaih itu pasti memiliki target yang tinggi, namun tinggi saja tentu tidak bisa, hal itu harus realistis juga,” ungkap Indra kepada wartawan usai memimpin latihan Timnas U-22 di Stadion Madya Komplek SUGBK, Senayan, Jakarta, Selasa (8/1) kemarin.

“Jadi, nanti setelah tim terbentuk, kami baru bisa mematok target apa untuk Piala AFF U-22. Saya pribadi akan segera membentuk tim, lewat seleksi dan dengan uji coba pertama nanti, kemungkinan kita akan ada pertandingan ujicoba internasional dan tiga laga lokal,” sambungnya.

Terkait proses latihan, pada Selasa (8/1) kemarin, Indra mengaku bahwa dirinya sedang beradaptasi dengan wajah-wajah baru yang dipanggilnya. Meski demikian, mengaku bahwa dirinya dan para pemain sudah mulai mengerti satu sama lain.

“Alhamdullilah, meski baru dua hari (menjalani latihan) kita sudah mulai beradaptasi cepat dengan para pemain, kita sudah saling nyambung,” tutur Indra.

Selain itu, pelatih berkumis tebal itu juga mengatakan sudah menyiapkan empat pemain yang masuk daftar antrean untuk mengikuti TC Timnas U-22. Keempat pemain itu adalah, Mochammad Dicky Indrayana (Bali United), Nadeo Argawinata (Borneo FC), Jayus Hariono (Arema), dan Roni Sugeng (PS Tira). Nantinya keempat pemain itu bakal dipanggil untuk mengisi slot pemain yang terdegradasi.

“Ada penjaga gawang, mungkin Dicky (Indrayana), yang dulu dia bermain untuk Timnas U-19. Terus, kiper Borneo, Nadeo. Gelandang Arema FC, Jayus dan satu lagi, Roni (Sugeng),” tutur Indra.

Indra menyebut pemain baru yang masuk nanti tergantung dari jumlah yang terdegradasi. Indra mengatakan kemungkinan besar para pemain baru yang dipanggil itu baru mulai bisa mengikuti seleksi pada Senin (14/1). Ia mengatakan, sambil menunggu informasi keempat pemain itu dari rekan sesama pelatih, dirinya bakal terus melakukan seleksi untuk para pemain yang sudah tergabung.

“Saya juga sedang meng-input informasi dari beberapa rekan-rekan pelatih yang ada di klub masing-masing. Kemungkinan, para pemain itu Senin pagi sudah ikut latihan. Namun, kita lihat jumlah pemain yang terdegradasi dulu. Jika (yang tergeradasi) dua, maka kita panggil dua,” jelasnya.

Indra juga menjelaskan, tiga pemain yang masih absen dalam TC kali ini. Ketiga pemain itu adalah Egy Maulana Vikri, Saddil Ramdani, dan Ezra Walian. Kabarnya, ketiga pemain yang membela klub luar negeri itu harus membela klubnya masing-masing dan ada juga yang sedang menjalani tur pramusim.

Menurut Indra, dirinya masih memberi kelonggaran untuk ketiga pemain yang membela klub luar negeri tersebut. Selain telah mengetahui kualitas ketiga pemain tersebut, Indra juga menuturkan bahwa ketiga pemain itu masih aktif dalam menjalani latihan dan pertandingan.

“Saat ini mereka sedang persiapan sama seperti kami. Saya tahu Saddil, tahu Egy, dan Ezra. Yang kita seleksi, itu yang kita tidak tahu. Jadi, kita persilahkan mereka melakukan persiapan dan menjaga kondisinya untuk lebih baik lagi,” terang Indra.

“Problem buat kita adalah kompetisi di Indonesia lagi off-season dan mereka pre-season di Timnas. Jadi ini kan terbalik. Berbeda dengan pemain luar negeri yang sedang melakukan pramusim klub. Namun, saat kami perlukan dia untuk game plan, kami harus hadirkan permainan tersebut,” sambungnya.

Ketiga nama itu hingga kini memang belum bergabung dengan TC Timnas Indonesia U-22. Saddil Ramdani sendiri diketahui sudah bergabung dengan klub Pahang FA dan telah ikut menjalani persiapan di Thailand, sedangakan Egy dan Ezra sudah bergabung ke klubnya, Lechia Gdansk dan RKC Waalwijk.

“Selanjutnya, kami akan lihat. Kami berkomunikasi baik dengan klub mereka. Kapan mereka harus datang, nanti kami akan bersurat,” tukas Indra.

Sementara itu salah satu penyerang Persik Kediri yang dipanggil untuk menjalani TC Timnas U-22, Septian Satria Bagaskara berharap tidak terdegradasi dalam skuat Garuda Muda. Ia mengaku, senang dengan pemanggilan dirinya ke TC Timnas U-22 tersebut.

“Alhamdulillah sudah dua hari menjalani latihan semuanya lancar. Para pemain juga sudah saling kenal, dan asik serta sudah bisa diajak bekerjasama,” ungkap Septian.

“Hampir semuanya (pemain) disini sudah sesuai harapan, tapi tentunya harus mencari yang terbaik. Saya sudah maksimal dan semoga saja (tidak terdegradasi),” sambungnya.

Meski demikian, Septian tak menapik kemungkinan bahwa persaingan di lini depan Timnas U-22 cukup ketat. Pasalnya, dirinya bakalbersaing dengan nama-nama seperti Ezra Walian (RKC Waalwijk), Marinus Wanewar (Bhayngkara FC), Dimas Drajad (PS Tira), Dalmiansyah Matutu (Arema FC) illy Keraf (Borneo FC), Yoga Pratama (PSIM Yogyakarta) dan Beni Oktaviansyah (Kalteng Putra).

“Memang di lini depan persainannya keras dan ketat, Para penyerang yang dipanggil sudah pernah (menjadi bagian timnas). Bersaing sehat saja, Insya Allah bisa,” tukasnya.

Timnas Wanita Hadapi Tiga Turnamen

Di samping itu, Timnas Wanita Indonesia udah siap untuk menghadapi tiga turnamen di sepanjang tahun 2019. Ketiga turnamen itu, yakni putaran kedua Pra Olimpiade 2020 yang akan dimainkan bulan Maret 2019, Piala AFF Wanita dan Sea Games 2019.

Guna menghadapi ketiga turnamen itu, pelatih Timnas Wanita Indonesia, Rully Nere berencana mengadakan pemusatan latihan pada 13 Januari 2019 di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

“Kita akan mengadakan pemusatan latihan hingga 31 Januari untuk tehap pertama tujuannya untuk seleksi pemain. Saya berencana akan menyeleksi 30 pemain. 25 pemain yang sudah ada dari dua turnamen sebelumnya masih saya panggil, sisanya lima orang lagi berasal dari rekomendasi staf pelatih lain dan Asprov PSSI, papar Rully Nere seperti dikutip dari situs resmi PSSI, Selasa (8/1) kemarin.

Sebelumnyam, Timnas Wanita Indonesia sudah menjalani dua turnamen yakni Pra Olimpiade di Palestina dan FAS Womens International Quadrangular di Singapura tahun lalu. dari kedua turnamen itu bakal menjadi bahan evaluai Rully Nere dalam pemustan latihan nanti.

Yang terpenting adalah mengembalikan kondisi fisik pemain. Kedua adalah latihan dasar. Karena kita tahu, pemain sepak bola wanita tidak menerima tempaan permainan di putaran kompetisi, mereka hanya melakukan latihan di klubnya yang tentu sangat berbeda levelnya saat di timnas, jadi ini yang harus kita lakukan di awal-awal, terangnya.

Selain menjalani pemustan latihan, Rully Nere juga berencana menggelar uji coba internasional menghadapi India tanggal 27 dan 30 Januari 2019, di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan.

“Yang terpenting adalah para pemain wanita kita bisa merasakan atmosfer pertandingan dan pengalaman serta jam bermain, tukasnya. (gie/fin/wsa)

Rekomendasi Berita