oleh

Memupuk Keimanan dan Ketaqwaan

MEMUPUK tali persaudaraan sangatlah penting. Salah satunya dengan cara bergabung diekstrakulikuler sekolah. Seperti Ekstrakurikuler kerohanian, menjadi  wadah untuk memupuk keimanan dan ketaqwaan terhadap sang pencipta.

Seperti ekstrakurikuler Rohis SMA Negeri 8 Lubuklinggau. Baru beberapa tahun belakangan dibentuk, memiliki anggota kurang lebih 23 orang dengan pembina, Ibu Susi.

“Alhamdulillah ekstrakulikuler rohis sekolah kami walaupun baru dibentuk beberapa tahun lalu, tetapi salah satu ekstrakulikuler yang cukup aktif di sekolah,” ungkap Yuliana, selaku Ketua Ekstrakurikuler Rohis SMA Negeri 8 Lubuklinggau.

Bagaimana dengan agenda latihan rutin?

“Kami latihan setiap Rabu.  Kita ada agenda mentoring yang biasa diisi oleh pembina dan juga senior. Kita juga latihannya santai, semacam sharing antar sesama. Materi yang dibahas biasanya tentang keagamaan,” jelas Yuliana .

Muncul pertanyaan kalau ekstrakulikuler rohis antara anggota cewek (Akhwat) dan cowok (Ikhwan) dipisah nggak atau gabung? Eiiitss,,, pastinya dipisah dong ya. “Ketika latihan antara akhwat dan ikhwan dipisah. Dibedakan ruangannya, tetapi materi tetap sama,” sambungnya.

Apakah ada agenda lainnya?

“Setiap bulan kami mengadakan yasinan bersama dengan seluruh siswa-siswi sekolah, dan ketika menjelang Ramadhan kami rutin mengadakan kegiatan bakti sosial, dan juga ketika hari Senin  tim rohis mengambil infaq sedekah ke kelas-kelas” lanjut Yuliana.

Wah, sangat bermanfaat sekali ya guys agendanya. Mereka juga ketika hari-hari besar Islam, sering mengadakan perayaan peringatan di sekolah. Dan pasti rohis punya yang namanya tim Hafizh, Nasyid, Rebana, dan Kultum yang menjadi ciri khas ekstrakurikuler Rohis.

Meski terbilang baru, mereka telah mendapatkan beberapa prestasi yaitu, juara 3 Lomba Futsal tingkat SMA/MA/SMK se-Kota Lubuklinggau tahun 2016 dan juara 1 Lomba Nasyid tingkat SMA/MA/SMK se-kota Lubuklinggau tahun 2015/2016.

Bagaimana respon sekolah terhadap ekstrakulikuler ini?

“Alhamdulillah respon sekolah terhadap ekstrakulikuler ini baik, sekolah mendukung dengan adanya ekstrakulikuler ini,”tutup Yuliana.

Semua hal yang kita lakukan selagi bermanfaat pasti akan ada hasil baik yang kita petik di kemudian hari.

“Orang yang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain” (HR. Thabrani dan Daruquthni).(s3)

Komentar

Rekomendasi Berita