oleh

Memerlukan Anggaran Cukup Besar

Butuh Penanganan Khusus Antisipasi Kekerasan

Sekretaris Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Rejang Lebong, Teti Sundari menilai butuh penanganan khusus mengantisipasi kekerasan terjadi pada perempuan dan anak-anak. Apa bentuknya?

Laporan Syamsul Ma’arif, Curup

Angka kekerasan yang dominan terjadi pada anak dan perempuan di Kabupaten Rejang Lebong butuh penanganan khusus. Agar bisa mengurangi tingginya angka kekerasan yang terjadi. Salah satunya dengan mengatakan elemen-elemen agar bisa bersatu dan bersama-sama memberantasnya.

Soal itu Teti Sendari mengatakan tim khusus dibentuk baik oleh pemerintah daerah, pemerhati perempuan dan lembaga-lembaga lainnya bisa secara khusus menangani soal kekerasan ini.

Ia mengakui selama ini memang sudah ada yang menangani kasus-kasus kekerasan namun penanganannya masih sendiri-sendiri. Sehingga kurang maksimal dalam menangani kasus kekerasan yang anak-anak dan perempuanlah yang sering menjadi korbannya.

Masih menurutnya, kemungkinan yang menjadi kendala dalam penanganan khusus dengan adanya tim ini soal anggaran, yang tentunya perlu membutuhkan anggaran cukup besar karena melibatkan berbagai pihak.

“Jika penanganan dengan tim yang dibentuk pemerintah, mudah-mudahan nanti bisa dianggarkan agar penanganan tim dalam bekerja lebih maksimal,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kasus kekerasan fisik di Kabupaten Rejang Lebong masih mendominasi terhadap para korbannya yang mayoritas anak-anak dan perempuan.

Hingga September 2017 ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (DP3A dan PPKB) Kabupaten Rejang Lebong mencatat ada 140 kasus kekerasan yang didominasi kekerasan fisik.

Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah kasus pada tahun 2016 sebanyak 134 kasus kekerasan yang diterima. Sementara itu, dari kasus kekerasan yang terjadi sepanjang 2017 ini diantaranya kasus kekerasan fisik, psikis, seksual dan kasus kekerasan lainnya yang kebanyakan anak-anak dan perempuan yang menjadi korbannya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita