oleh

Membunuh Karena Hutang Piutang

LINGGAUPOS.CO.ID- Terdakwa Kasus Pembunuhan Security PT GSL, Marlois (32) kembali menjalani sidang, Kamis (10/9/2020). Terduga pembunuh Devi alias Pol (40) itu disidang dengan zoom meeting.

Pada sidang yang diketuai Majelis Hakim Tatap Situngkir didampingi Ferdinaldo H Bonodikum dan Yopy Wijaya dengan Panitera Pengganti (PP) Armen ini, disaksikan keluarga korban. Sementara Terdakwa Marlois didampingi Penasehat Hukum Darmansyah.

Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zubaidi menyatakan, pihaknya menghadirkan Ardiansyah sebagai saksi yang melihat kejadian pasca pembunuhan.

Hakim bertanya kepada saksi Ardiansyah apa kaitan saksi dengan korban ?
Dijawab saksi, menurutnya korban masih sepupu terdakwa.
“ Apakah kamu benar melihat korban telah tergeletak dengan bersimbah darah?” tanya Hakim Tatap Situngkir.
Saksi mengiyakan, ia menyaksikan korban terluka dan meninggal di tempat.

“Tapi saat itu saya panik. Apalagi ada Mobil Ambulance Puskesmas Jaya Loka. Saya lihat korban langsung dibawa ke Puskesmas Jaya Loka,” jelas korban.
“Apa motif  terdakwa membunuh korban?” tanya hakim lagi.
“Sebelumnya memang terdakwa dengan korban ada dendam karena hutang. Jadi terdakwa punya hutang Rp 3 jutaan. Korban menagihnya,” ungkap Ardiansyah.

“Apakah benar keterangan yang diberikan saksi kepada hakim?” tanya hakim kepada terdakwa.
Dan terdakwa Marlois membenarkan.

Maka Hakim menutup sidang dengan mengetok palu sebanyak tiga kali dengan menunda persidangan yang rencananya akan dilanjutkan Kamis (19/9) dengan agenda kembali memanggil saksi- saksi.

Menurut hasil dalam berkas perkara, kejadian bermula Minggu (17/5) sekitar pukul 07.30 WIB terdakwa pergi ke simpang tiga pasar kalangan RT 4, Kelurahan Marga Tunggal, Kecamatan Jaya Loka, Kabupaten Musi Rawas (Mura) bersama dengan istrinya dan anaknya.

Sampai di kalangan, terdakwa menuju Bengkel Agus untuk menambal ban sepeda motornya yang bocor.
Saat di bengkel, terdakwa melihat ada korban Devi alias Pok.

Sebelumnya antara terdakwa dengan korban memang sudah ada masalah, dan terdakwa masih menyimpan rasa dendam.
Maka terdakwa langsung menemui dengan berkata ”Masih ingat dak kau dengan aku?”
Dijawab korban “Ingat! Ngapo nak belago?”
Maka dijawab terdakwa kembali “Iyo, mati kau hari ini”.

Sambil terdakwa mencabut pisau yang diselipkannya di pinggang.
Lalu korban melarikan diri dari terdakwa, akan tetapi terdakwa mengejar korban, lalu korban menemukan kayu dengan kayu itu korban memukul terdakwa di bagian kepala membuat terdakwa jatuh.
Kemudian korban kembali memukul badan terdakwa.

Saat itu terdakwa langsung menusukkan pisau di perut bagian kiri korban, hingga korban jatuh dengan posisi telentang.
Tak sampai di situ, terdakwa kembali menusukkan pisau ke perut korban enam kali, kemudian terdakwa membalikkan tubuh korban dengan posisi telungkup.

Bahkan, dalam kondisi korban sudah tak berdaya (telungkup), korban masih menusukkan pisau ke perut bagian punggung korban dua kali. Setelah melihat korban tidak bergerak lagi maka terdakwa melarikan diri.

Korban menderita enam luka tusuk di dada dan perut, serta dua luka tusuk di punggung. Sekitar pukul 09.30 WIB, korban dibawa ke rumah duka. (*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

 

Rekomendasi Berita