oleh

Membangun Landasan Keluarga Sakinah

KUA Karang Dapo Gelar Bimbingan Perkawinan

Sedikitnya ada 15 calon pengantin mendapat suntikan khusus tentang tips-tips membina keluarga sakinah oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara.

Laporan Mutiara Rahma, Karang Dapo

CALON pasangan suami istri perlu memiliki landasan dan bekal pemahaman yang cukup tentang kehidupan keluarga yang baik dan sesuai tuntutan agama. Ini disampaikan langsung oleh narasumber kegiatan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin yang diselenggarakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Muratara melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Karang Dapo, Sashadiman Ralibi.

Menurut Sashadiman Ralibi prinsip-prinsip dalam perkawinan dan keluarga antara lain berdasarkan batas-batas yang ditentukan Allah, saling rela, layak, berusaha menciptakan kondisi yang lebih baik, tulus, musyawarah, dan perdamaian.

“Kalau prinsip-prinsip tersebut sudah dilaksanakan, maka membina rumah tangga bisa menuju ke sakinah, mawaddah, warahmah,” kata Sashadiman, Kamis (16/11).

Apalagi, lanjut dia ada empat pilar perkawinan yang sehat, antara pasangan suami istri harus memahami dan menyadari bahwa hubungan perkawinan adalah berpasangan, perkawinan adalah perjanjian yang kokoh, perkawinan perlu dibangun dengan sikap dan hubungan yang baik, serta perkawinan dikelola dengan prinsip musyawarah.

“Kegiatan ini penting dilakukan sebagai bekal pengetahuan yang cukup tentang kebutuhan keluarga, karena dalam membina keluarga ini potensi masalah kemungkinan besar akan timbul, sehingga solusi dan strategi dalam menyelesaikan masalah tersebut harus dicari dengan baik dan diselesaikan dengan musyawarah,” tuturnya.

Kemudian, Sashadiman juga menyampaikan tentang ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan kekinian. Karena saat ini tantangan dalam membina keluarga sangat besar. Sehingga, kalau tidak dibekali dengan baik, maka dikhawatirkan calon pengantin tidak bisa mengantisipasi prahara dalam membina keluarga.

“Penting sekali bagi calon pengantin untuk mendapatkan informasi beberapa kondisi khusus dalam kehidupan keluarga serta mampu untuk mengantisipasi dan menghadapinya,” imbuhnya.

Sementara itu, narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara, Zharifatush Shalihah menyampaikan materi tentang menjaga kesehatan reproduksi keluarga.

“Ada empat fungsi keluarga yaitu fungsi efektif, sosialisasi, reproduksi, dan fungsi perawatan dan pemeliharaan kesehatan. Karena dalam membina keluarga ini harus didukung dengan reproduksi yang sehat,” tutupnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita