oleh

Melawan Saat Diamankan, Rizal Terpaksa Dihadiahi Timah Panas

LINGGAU POS ONLINE, DEMPO – Seorang bandit terpaksa ditembak polisi. Ia berusaha melawan saat akan ditangkap. Tersangka mengeluarkan Senjata Api Rakitan (Senpira) diarahkan ke polisi dari Satuan Reskrim Polres Lubuklinggau.

Tapi hal dilakukan tersangka hanya sia-sia. Lantaran polisi dengan sigap melumpuhkan tersangka. Itu dilakukan Rizal Efendi alias Ijal (22) warga Kelurahan Jukung Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, sekitar pukul 18.00 WIB, Kamis (2/11). Tersangka ini diduga terlibat kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curnamor).

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasat Reskrim, AKP Ali Rojikin mengatakan tersangka Rizal Efendi alias Ijal terpaksa kami lumpuhkan dengan timah panas di kaki kanannya.

“Karena saat akan diamankan tersangka melawan dengan mencoba mencabut sekaligus mengarahkan Senpira kepada anggota,” kata Ali Rojikin, Minggu (5/11).

Kasat Reskrim menjelaskan, tersangka diamankan bermula saat anggota mendapatkan informasi dari warga bahwa tersangka sedang mengendarai motor di wilayah Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Saat terlihat oleh anggota, tersangka diperintahkan untuk menghentikan sepeda motornya yang dikendarainya, namun bukannya berhenti melainkan terus melaju dengan kendaraannya.
Dan yang membuat anggota mengarahkan tembakan ke arah tersangka. Lantaran tersangka mencabut sekaligus mengarahkan Senpira kepada anggota.

“Takut membahayakan anggota, anggota melepaskan tembakan ke arah kaki tersangka hingga tersangka tersungkur dan tersangka dengan mudah diamankan,” jelas Kasat Reskrim.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tersangka merupakan buronan dalam kasus pencurian motor milik HK (24), kejadian terjadi Jumat (17/3) sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat itu korban memarkirkan motor Yamaha Vixion dengan Nopol BG 5585 IN di depan rumahnya di Kelurahan Mesat. Namun tiba-tiba motor korban lenyap dicuri Orang Tidak Dikenal (OTD).

“Akibatnya, korban mengalami kerugian yang ditaksir sebesar Rp 15 juta, kemudian korban melaporkan ke Polres Lubuklinggau,” ucapnya.

AKP Ali Rojikin memaparkan, saat menjalankan aksinya modus korban dengan cara merusak kunci stang dengan kunci T dan menjual hasil curian tersebut ke daerah Bengkulu.

Dan mendasari laporan korban dengan nomor laporan LP.B/129/lll/2017. Tgl  18 maret 2017. Petugas melakukan penyelidikan, dan menetapkan tersangka sebagai DPO.

“Dari tangan tersangka kami mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat dengan Nopol BG 2511 HV, satu pucuk Senpira, dengan empat amunisi masih aktif, satu kunci liter T, dan Senjata Tajam (Sajam) jenis pisau,” tutupnya.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita