oleh

Melahirkan Dibantu Dukun Beranak, Ibu di Muratara Meninggal Dunia

LINGGAU POS ONLINE – Usai melahirkan anak ketiga dibantu Dukun Beranak, seorang ibu di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dikabarkan meninggalkan dunia, Senin (28/10/2019).

Wanita malang itu inisial YL (31) warga Desa Bukit Langkap, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

Informasi yang berhasil dihimpun, awalnya YL melahirkan anak ketiganya di dukun beranak desa setempat. Setelah bayi lahir, kondisi tubuh YL tidak stabil, sehinga ia dilarikan ke Puskesmas.

Tiba di Puskesmas Karang Jaya Kabupaten Muratara, kondisi YL memburuk dan akhirnya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara, Marlinda Sari membenarkan adanya wanita meninggal dunia usai melahirkan tersebut. Namun ia tidak mengetahui secara jelas kejadian.

“Untuk lebih jelasnya coba konfirmasi ke ibu Evi, Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas),” ujar Marlinda Sari.

Kabid Kesmas Dinkes Muratara, Evi Yuliansa mengatakan, pihaknya belum mendapatkan data lengkap terkait kejadian tersebut. “Datanya masih kami kumpulkan, karena kami merangkum keterangan dari semua pihak,” kata dia.

Ia hanya memastikan bahwa YL memang meninggal dunia usai melahirkan anak ketiganya. “Yang meninggal ibunya saja, anaknya lahir sehat. Karena ibunya ini meninggal setelah persalinan, bukan saat melahirkan,” terangnya.

Ia juga memastikan bahwa YL melahirkan di dukun beranak, bukan dengan bidan di Puskesmas atau rumah sakit. Pihaknya belum meminta keterangan kepada keluarga YL mengapa melahirkan di dukun beranak, bukan dengan bidan.

Menurutnya, setiap persalinan wajib dengan bidan di Pustu, Puskeslur, Puskesmas kecamatan atau rumah sakit. “Dukun beranak itu tidak boleh lagi, dukun beranak hanya boleh mendampingi bidan,” ujarnya.

Evi menambahkan, saat ini tidak diperbolehkan lagi melahirkan di rumah meskipun dengan bidan. Warga harus melahirkan di tempat yang memiliki fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Pihaknya sering mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa persalinan wajib di fasyankes. Program persalinan di fasyankes tersebut kata Evi untuk menekankan angka kematian ibu dan anak.

“Inilah kendala di lapangan, masih banyak masyarakat yang tidak mau dirujuk ke fasyankes dengan bermacam alasan,” katanya.

Kepala Desa Bukit Langkap, Dobi Ariandi juga membenarkan ada warga di desanya yang meninggal dunia usai melahirkan. Namun Dobi mengaku tidak mengetahui secara jelas kronologis kejadian meninggalnya wanita usai persalinan tersebut.

“Iya benar, saya dapat laporan memang meninggal setelah melahirkan, tapi cerita jelasnya saya tidak tahu,” katanya. (*)
Laporan Fahmilan Jadidi

Rekomendasi Berita