oleh

Medsos Digunakan untuk Publikasi

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Akun Media Sosial (Medsos) yang digunakan untuk berkampanye, harus terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebab, bukan tidak mungkin akun tersebut akan digunakan untuk menyebar berita-berita bohong.

Tapi, untuk saat ini belum ada satu pun akun Medsos dari Bakal Calon (Balon) Walikota-Wakil Walikota Lubuklinggau yang terdaftar di KPU, karena memang belum masuk tahapan kampanye.

Menurut, Divisi Hukum KPU Lubuklinggau, Lukman Hakim melalui Kasubag Hukum KPU Lubuklinggau, Misran Ayudi, segala sesuatu yang bersifat dengan kepemiluan harus sesuai dengan tahapan, dan memang masuk tahapan kampanye.

“Kandidat, dinyatakan berkampanye setelah ditetapkan sebagai pasangan calon. Jadi, apa yang mereka lakukan saat ini belum bisa dikatakan berkampanye,” kata Misran Ayudi, Selasa (21/11).

Dikatakan Yudi, dari berbagai bentuk sosialisasi yang dilakukan para Balon Walikota-Wakil Walikota Lubuklinggau, belum ada yang ajakan memilih. Karena, memang KPU Lubuklinggau belum menetapkan nama-nama yang bisa maju di Pilkada mendatang, baik jalur perseorangan maupun melalui dukungan dari Partai Politik (Parpol).

“Yang jelas, segala sesuatu yang berhubungan dengan kepemiluan harus sesuai dengan tahapan,”jelasnya.

Jadi, dilanjutkan Yudi walaupun ada kandidat Balon Walikota-Wakil Walikota yang akan mendaftarkan akun Medsos-nya ke KPU Lubuklinggau, itu pun belum bisa diterima, karena belum masuk tahapan untuk dilakukannya kampanye.

“Ya itu tadi, belum masuk tahapan. Bagaimana kita bisa menerimanya,” ungkapnya. (11)

Komentar

Rekomendasi Berita