oleh

Mayoritas SMP Kekurangan Komputer

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Tahun ajaran 2017/2018 ini seluruh SMP/MTs digadang bisa menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dari hasil pantauan Linggau Pos, kekurangan komputer masih jadi kendala untuk merealisasikan program ini.

Seperti diungkapkan Kepala SMP Negeri 1 Lubuklinggau, Yani Jinawar untuk mem-back up UNBK 364 siswa-siswi kelas IX, SMP Negeri 1 Lubuklinggau hanya memiliki 20 komputer.

“Jadi kami masih kekurangan sekitar 100 komputer. Itu kalau mau UNBK mandiri. Untuk tiga sesi UNBK per hari. Namun yang ada hanya 20 komputer. Oleh karena itu, rencananya akan menggandeng SMK Negeri 1 Lubuklinggau. Untuk bisa UNBK di sana. Kata Kepala SMK Negeri 1 Lubuklinggau Pak Puguh, beliau siapkan 50 komputer. Dan kami harus menyiapkan 25 lagi. Supaya bisa mem-back up,” jelasnya.

Hal serupa terjadi di SMP Negeri 2 Lubuklinggau, yang tahun ajaran 2017/2018 ini UNBK bakal diikuti 350 peserta. Sekalipun fasilitas komputer di sekolah ini mencapai 50 unit, namun masih belum mencukupi untuk UNBK mandiri.

“Idealnya butuh 120 komputer. Yang ada baru 50 komputer,” tutur Kepala SMP Negeri 2 Lubuklinggau, Parman.

Kekurangan komputer juga terjadi di SMP Negeri 3 Lubuklinggau. 30 Komputer yang ada di sekolah ini sedang dalam proses rehab. Baru sembilan yang benar-benar sudah bisa digunakan. Sementara untuk UNBK mandiri, sekolah ini membutuhkan sekitar 115 komputer.

“Anak kami yang akan ikut UN itu ada 330. Karena kami dipastikan belum bisa. Namun kami sudah mengambil opsi numpang ke STMIK BNJ. Akan memanfaatkan sekitar 70-an komputer milik STMIK BNJ. Kekurangannya sekitar 40-an komputer, nanti kami akan pinjam laptop guru dan siswa. Besok (hari ini,red) rencananya kami akan rapat dengan komite sekolah,” tutur Kepala SMP Negeri 3 Lubuklinggau, Endang Budiman.

Sementara di SMP Negeri 4 Lubuklinggau, kekurangan komputer sempat ditutupi dengan membeli 10 unit komputer baru.

Menurut Kepala SMP Negeri 4 Lubuklinggau Hj Erlinda, di sekolahnya ada 20 komputer. Namun akan membeli 10 unit lagi, sehingga punya 30 komputer. Dan peserta UNBK tahun depan 244 orang, Jadi kurang 44 komputer .

“Kekurangan komputer juga akan ditutupi dengan peminjaman laptop anak. Setelah di data, ada sekitar 20 anak yang punya laptop dan bisa digunakan UNBK,” imbuh Erlinda.

Hal serupa juga diakui Kepala SMP Negeri 5 Lubuklinggau Anita. Ia menerangkan, tahun depan ada 214 siswa SMP Negeri 5 Lubuklinggau, yang UNBK. Namun komputer yang tersedia hanya 15 buah.

“Rencananya mau numpang ke SMK Negeri 2 Lubuklinggau. Tapi belum fiks. Kami sudah mengajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sudah dicek juga tapi kami belum dapat bantuan,” imbuhnya.

Selain kekurangan komputer, kendala jaringan internet juga dihadapi SMP Negeri 13 Lubuklinggau. Menurut Kepala SMP Negeri 13 Lubuklinggau Imron Wili Iskandar, dari 20 komputer yang ada tidak bisa untuk mem-back up 87 siswa-siswinya yang UNBK tahun ini.

“Ya opsinya ada dua kemungkinan. Kalau Telkom bisa bantu wifi kami mandiri. Bagaimana pun caranya nanti. Tapi kalau Telkom tidak bisa bantu, kami laksanakan UNBK di STKIP PGRI Lubuklinggau,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita