oleh

Mayoritas SMAN Tunda FDS

LUBUKLINGGA – Dari sembilan SMA negeri, pada Semester Genap Tahun Ajaran 2018/2019 tinggal satu sekolah yang menerapkan Full Day School (FDS). Yakni SMAN 1 Lubuklinggau.

Hal ini dibenarkan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Lubuklinggau, Zulkarnain, Senin (7/1).

“Iya, tinggal SMAN 1 Lubuklinggau yang melanjutkan FDS Semester 2 Tahun Ajaran 2018/2019 ini. Ini kami lakukan karena memang selama ini tidak ada masalah. Selain itu, FDS juga bagian dari program kami sebagai pilot project sekolah rujukan di Provinsi Sumsel,” tutur Zulkarnain.

FDS dilakukan dengan cara 1.050 siswa-siswi SMAN 1 Lubuklinggau masuk pada pukul 07.15 WIB dan pulang pada pukul 16.00 WIB.

“FDS akan kami evaluasi akhir tahun ajaran. Tapi kalau melihat aktivitas yang sudah berjalan ini, kemungkinan besar tetap lanjut tahun ajaran 2019/2020 nanti,” tutur Zulkarnain.

Ia begitu optimis, karena persiapan untuk menerapkan FDS dilakukan dua tahun di SMAN 1 Lubuklinggau. Diawali dari pembiasaan membawa bekal dari rumah, salat berjamaah di masjid dan sebagainya.

“Jadi untuk menerapkan FDS memang tidak bisa instan. Butuh persiapan matang. Kalau SMAN 1 Lubuklinggau dua tahun,” imbuhnya.

Dari informasi yang dihimpun Linggau Pos, sebagian besar SMA negeri tidak melanjutkan penerapan FDS karena keterbatasan sarana. Ada juga yang mengkhawatirkan keamanan siswa-siswi yang pulang jarak jauh.

Khusus SMK, kata Kepala SMKN 3 Lubuklinggau Dr Donni Pestalozi, semuanya masih menunda penerapan FDS.

“Iya, semester satu tahun ajaran ini sudah kami adakan. Tapi masih terkendala sarana MCK dan untuk relaksasi siswa. Jadi saat ini SMKN 3 Lubuklinggau masih memenuhi sarana prasarana itu,” jelas Donni.

Ia memastikan, jika sarana mencukupi, ia akan melanjutkan penerapan FDS.

“Selama ini, kami lihat anak-anak kami sangat kelelahan. Sehingga sulit mencapai kualitas pembelajaran yang baik. Disamping itu, sarana untuk relaksasi di sekolah juga belum ada. Ini yang jadi kendala. Sehingga FDS semester genap ini ditunda dulu,” imbuh Donni.

Dengan kebijakan ini, ia berharap 1.000-an siswa-siswi SMKN 3 Lubuklinggau bisa lebih bersemangat belajar.

“Kami akan membangun tempat istirahat yang representatif. Ini demi kebaikan bersama,” imbuhnya.(lik)

Rekomendasi Berita