oleh

Mayoritas JCH Berisiko Tinggi

#10 Orang Belum Rekam Biometrik

LINGGAU POS ONLINE – Ada 190 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Musi Rawas (Mura) akan berangkat menjalankan Rukun Islam kelima tahun ini. Dari jumlah itu, 50 persennya masuk dalam kategori JCH berisiko tinggi. Hal itu diungkapkan Kepala Sesi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Mura, H Asror, Rabu (12/6).

Menurut Asror, sebelumnya kuota JCH Kabupaten Mura ada 174 orang, namun berdasarkan data Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumatera Selatan (Sumsel) ada penambahan menjadi 190 JCH. JCH masuk kategori risiko tinggi itu sebagian besar usia 40 tahun keatas. Dengan mengidap berbagai jenis penyakit, seperti jantung, darah tinggi, kolesterol dan asam urat.

Oleh karena itu, Asror berpesan pada JCH untuk selalu menjaga kesehatan. Dengan cara menjaga pola makan, olahraga dan menjalankan pola hidup sehat. “Rutin olahraga dan cek kesehatan. Jangan sampai masalah kesehatan mengganggu kekhusyukan dalam beribadah,” pesan Asror.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kota Lubuklinggau H Azhari Rahardi melalui Kasi Haji dan Umrah, H Hasbi Saidina Ali menjelaskan ada 283 JCH yang akan berangkat musim haji tahun ini. “Awalnya 252 orang, karena ada penambahan kuota haji sebanyak 10 ribu secara nasional, dan Kota Lubuklinggau mendapatkan penambahan sebanyak 17 kuota. Sehingga, total JCH tahun ini semuanya berjumlah 263 JCH, yang mana penambahan sedang tahap proses,” tutur Hasbi, usai pelaksanaan pembukaan Kegiatan Bimbingan Manasik Haji di Ballroom Hotel Abadi, Rabu (12/6).

Mengenai JCH kategori risiko tinggi, Hasbi mengatakan sudah ada hasilnya dari Dinas Kesehatan. “Jadi risiko tinggi itu yang memegang bukunya dari Dinas Kesehatan, jadi kami dapat informasi yang memang rata-rata risiko tinggi semua, karena yang usia lanjut paling banyak,” ungkapnya.

Yang jelas, kata Hasbi, semua jemaah harus mempersiapkan kesehatannya baik fisik maupun mental dengan baik. Agar nantinya bisa menjalankan ibadah haji dengan baik tanpa kendala kesehatan atau kendala apapun lainnya. Untuk jamaah tertua adalah ibu Saniyah usia 80 tahun, sedangkan yang termuda Resi Oktaria usia 26 tahun. Dan masih ada 10 jemaah yang belum rekam biometrik dikarenakan paspor masih berada di panitia pusat. (nia/rrf)

 

Rekomendasi Berita