oleh

Mayat di Dalam Jurang 200 Meter

Evakuasi Tertutup Kabut

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Perlahan, kejelasan identitas mayat di jurang sekitar Kawah Mati Gunung Berapi Kaba, mulai terungkap. Jasad yang menggemparkan jagat dunia maya, Minggu (17/12) itu merupakan Warga Desa Suban Ayam, Kecamatan Selupu Rejang, bernama Warnadi (26). Hal itu diketahui setelah mayat berhasil dievakuasi tim Basarnas Provinsi Bengkulu dan tim Senin (18/12) pagi.

Kasubsi Ops Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Provinsi Bengkulu, Zul Indra, usai proses evakuasi mengatakan medan yang dilalui cukup terjal, serta adanya kandungan gas belerang dan disertai cuaca buruk.

“Kabut sangat tebal sehingga menyulitkan pandangan. Proses pengambilan jenazah dari kawah ke atas tadi sekitar 1,5 jam. Kondisi korban saat ditemukan dalam posisi telungkup dan kepalanya tersangkut di dalam lubang bebatuan,” jelas Zul Indra.

Tim yang melakukan evakuasi merupakan gabungan dari pihaknya, dibantu TNI/Polri, Mapala, FPTI, Pokdarwis Gunung Kaba serta masyarakat Desa Sumber Urip dan keluarga korban.

Rombongan ini berangkat naik ke Gunung Kaba, Senin (18/12) pukul 07.00 WIB dan kembali lagi ke bawah pada pukul 12.20 WIB.

Jenazah korban diangkat menggunakan tali dari kedalaman sekitar 200 meter oleh anggota Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan yang dulunya bernama Basarnas.

Pada proses evakuasi ini petugas yang turun ke bawah mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, mengingat radio yang dibawa petugas saat berada di dasar langsung mati. Akibatnya komunikasi dilakukan secara berantai dari anggota satu dengan anggota lainnya. dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.

Proses evakuasi kurang lebih memakan waktu dua jam akhirnya jenazah dan berhasil dikeluarkan dari kawasan Kawah Mati sekitar puul 11.00 WIB. Setelah disaksikan pihak keluarga memastikan jenazah tersebut merupakan Warnadi . Kemudian mayat dimasukan ke dalam kantong mayat dan kemudian dilanjutkan evakuasi kedua yakni membawa jenazah ke kaki Gunung Kaba.

Dalam proses evakuasi, cukup banyak yang menyaksikan, terutama keluarga korban dari Desa Suban Ayam. Mereka seakan ingin memastikan jika mayat merupakan warganya.

Para pendaki maupun petugas terus disarankan oleh tim untuk tidak mendekati bibir kawah, sebab selain kabut yang membuat jarak pandang sangat pendek juga kondisi hujan dikhawatirkan bebatuan licin.

Usai melakukan evakuasi, Komandan Regu Evakuasi Kemas di lokasi menjelaskan, dalam melakukan proses evakuasi cukup sulit lantaran lokasi evakuasi sangat curam. Ditambah bau belerang dan jarak tempuh yang cukup jauh.

“Lokasinya sangat curam, selain bau belerang juga kabut sangat mengganggu, kalau persiapan evakuasi tadi mulai pukul (09.00) WIB,” papar Kemas.

Meski demikian, pihaknya bersyukur jenazah yang tersangkut di bebatuan Kawah Mati berhasil dievakuasi. (09)

Berita Terkait : Hilang Sejak Rabu, Batu Sempat Menimpa Helm Tim Basarnas

Komentar

Rekomendasi Berita