oleh

Mayat di Bawah Jembatan Gegerkan Warga

LINGGAU POS ONLINE, SIMPANG PRIUK – Warga yang melintas di Jembatan Simpang Periuk tiba-tiba heboh. Sekitar pukul 15.45 WIB, Jumat (24/11), mereka dibuat geger dengan peristiwa penemuan mayat laki-laki.

Dari informasi yang dihimpun Linggau Pos di lokasi, awalnya tiga warga Kelurahan Simpang Periuk, M. Edi (55), Usin (35) dan Min (40) sedang mancing tepat di bawah Jembatan Simpang Priuk.

Saat melihat mayat tersebut, warga yang sedang memancing langsung berteriak memanggil warga di Kelurahan Simpang Priuk.

Ketiganya memanggil-manggil warga sekitar minta tolong. Terang saja saat kondisi hujan deras peristiwa penemuan mayat menggegerkan pengguna Jalan Lintas Tugumulyo. Pengendara yang melintas di Jembatan Simpang Priuk langsung melihat mayat dan dijadikan tontonan. Sehingga di Jembatan Simpang Priuk sempat macet lantaran warga dan pengendara yang melintas berhenti untuk melihat mayat.

Kondisi mayat tersebut setelah hanyut sempat tersangkut di rerumpunan bambu di bagian kanan Sungai Kelingi, sehingga sulit untuk diangkat oleh warga ke tepi. Akhirnya warga berkomunikasi dengan pihak Polsek Lubuklinggau Selatan.

“Mayat itu, sekitar pukul 15.45 WIB hanyut ngapung. Tapi yang pertamo kali jingonyo wang mancing, kemudian wong itu langsung manggil warga dan polisi untuk bantu ngangkatnyo,” kata Deni warga RT 02, Kelurahan Simpang Priuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.

Lanjutnya, pada pukul 16.15 WIB barulah mayat berhasil ditarik keluar dari rerumpunan bambu dan dibawa oleh sembilan warga ke tepi sungai.

Setelah diangkat ke bebatuan, warga mendapati ada dompet kulit di saku bagian belakang celana pendek yang dikenakan korban.

Identitas mayat tersebut yakni, Alpian (37) warga Jalan Pramuka, Kav 72003/04, Kelurahan Raja Basa, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Mayat ditemukan tidak mengenakan baju, hanya mengenakan celana pendek jeans di saku celana belakang di dapatan dompet kulit yang berisikan KTP, SIM A, SIM C serta Kredit Card Bank Mandiri.

Berdasarkan KTP-nya, pria ini lahir di Ogan Lima 20 November 1980, tinggi badan 170 cm dan pekerjaan swasta.

SIM A milik Alpian, beralamat yang sama di Jalan Pramuka Kav 72 003/04 Kelurahan Rajabasa, Kota Bandar Lampung.

Dibuat di Bandar Lampung 23 Januari 2013, berlaku sampai dengan 20 November 2018.

Sementara alamat SIM C Alpian, Jalan Cutmutia No.39 Kelurahan Pengajaran, Provinsi Bandar Lampung dibuat di Bandar Lampung 23 Januari 2013 berlaku sampai dengan 20 November 2018
Dengan bantuan tim dari BPBD Musi rawas mayat Alpian dibawa ke RS Siti Aisyah. Dari hasil pemeriksaan diduga mayat sudah meninggal 1X24 jam atau lebih. (16)

Komentar

Rekomendasi Berita