oleh

Maur Baru Prioritaskan Pembangunan

MURATARA – Pemerintah Desa (Pemdes) Maur Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengadakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa untuk tahun 2020, Selasa (25/12).

Musrebang berlangsung di lapangan Madrasah Ibtidaiyah Desa Maur Baru, dibuka oleh Camat Rupit, Asmaun. Juga dihadiri anggota DPRD Muratara M Ruslan, pendamping desa, pendamping Kecamatan, perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Tim Penggerak PKK dan sejumlah masyarakat Desa Maur Baru.

Camat Rupit, Asmaun mengatakan Musrenbang ini adalah fokus untuk pembangunan pada 2020 mendatang.

”Kalau untuk pengajuan usulan pembangunan untuk tahun 2019, sudah diputuskan pada Musrenbang tahun 2018 ini,” kata Camat.

Lanjut Camat, pihaknya sangat mendukung sekali apa yang menjadi prioritas usulan pembangunan Desa Maur Baru.

“Kepada masyarakat Desa Maur Baru agar dapat menjaga keamanan desa kita, terutama dari penyalahgunaan narkoba,” ajaknya.

Ia menyarankan kepada masyarakat agar setiap usulan yang ada dipersilakan dari setiap Kadus, nanti usulan tersebut akan ditampung dan akan dibahas pada Musrenbang ditingkat kecamatan dan kabupaten.

Sementara itu anggota DPRD Muratara, Muhammad Ruslan mengatakan sebelum Musrenbang, harus melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Dusun (Musrenbangdus) dulu, setelah itu baru ke Musrenbangdes.

”Hari ini saya mengingatkan kembali bahwa pembangunan infrastruktur lebih mudah dari pada pembangunan moral, saya menyarankan ayo kita membangun. Jangan hanya melihat saja, tapi kita lakukan,” katanya.

Lanjut M Ruslan, pembangunan tidak hanya sarana fisik saja namun pembangunan bisa di sektor ekonomi.

“Kita ambil contoh, jika satu hektar tanah kita tanami seribu batang pohon aren. Di dalam sebatang pohon aren menghasilkan nira satu liter saja maka seribu batang pohon aren akan menghasilkan seribu liter nira,” jelasnya.

Kalau seribu liter nira tersebut dimasak menjadi gula merah, maka akan menghasilkan satu kuintal gula merah.

“Kalau harga gula merahnya Rp10 ribu saja per Kg, maka dalam sehari warga menghasilkan uang sebesar Rp1 juta, bayangkan kalau kita produksinya dalam sebulan. Berapa penghasilan yang didapatkan,” katanya.

Di tempat yang sama Kepala Desa (Kades) Maur Baru, Adi Karel Kareli menjelaskan, dari hasil Musrenbangdes lanjut Kades ada beberapa usulan dari masyarakat Desa Maur Baru.

”Ada yang mengusulkan untuk membuat plafon dan menara masjid. Ada juga yang mengusulkan untuk pelebaran jembatan gantung. Ada juga yang minta bangun jalan setapak, ke rambah ikan, pagar kawat, poskamling, siring sawah dan masih banyak lagi usulan dari masyarakat yang tidak bisa saya sebutkan, termasuk usulan dari dewan guru, ibu ibu PKK serta dari pemangku adat desa,” ungkapnya. (cw3)

Rekomendasi Berita