oleh

Mau BOP, PAUD Harus Segera Urus NPSN

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Pemberkasan untuk mendapatkan Bantuan Operasional PAUD (BOP) 2018 di-deadline sampai pertengahan Februari ini. Selain harus memiliki minimal 12 anak didik, PAUD yang bisa mendapatkan BOP harus sudah mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).

“Dari 269 PAUD yang ada. Sekitar lima PAUD belum punya NPSN. Selain itu, memang ada beberapa PAUD di Musi Rawas ini diambil alih pengelolaannya oleh desa. Saya pernah menyarankan kepada pengelola untuk tidak mengganti nama PAUD-nya. Sehingga tidak harus berganti pula NPSN dan izin operasionalnya. Namun ada beberapa yang justru diganti. Jadi otomatis izin operasional dan NPSN-nya berganti. Ini harus segera diurus. Kalau tidak, bisa jadi tidak mendapat BOP nantinya,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, H Sukamto kepada Linggau Pos, Selasa (9/1).

Didampingi Kabid Pendidikan Non Formal, Ngatino, Sukamto menjelaskan, BOP yang dikucurkan Dinas Pendidikan ke PAUD-PAUD setiap tahunnya mengalami kenaikan.

“2015 lalu, kami mengucurkan BOP senilai Rp 856.800.000, yang menerima 119 lembaga. Per lembaga Rp 7,2 juta. Sementara tahun 2016, ada 167 lembaga yang menerima BOP. Dengan total BOP yang dikucurkan Rp 2.196.000.000. Tahun 2017, BOP naik lagi jadi Rp 2.860.000.000, dan ada 207 lembaga yang menerimanya,” papar Sukamto.

Ia membenarkan, setiap tahun tidak semua PAUD bisa mendapatkan BOP. Seperti tahun 2015, ada 64 PAUD, 2016 61 PAUD, dan 2017 77 PAUD. Penyebabnya, kata H Sukamto, rerata memang belum memiliki NPSN.

“Tahun 2018 ini, BOP insyaAllah akan mengalami kenaikan. Yakni Rp 3.879.000.000. Kami berdoa agar 267 PAUD yang ada di Musi Rawas bisa mendapatkannya. Namun itu tadi, tetap mengacu pada persyaratan,” jelasnya. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita