oleh

Matematika Bukan Pelajaran Menakutkan

LINGGAU POS ONLINE, L SIDOARJO – Tidak sedikit siswa-siswi menyebut matematika pelajaran yang sulit dan horor. Terkesan tak menarik dan mudah bosan. Situasi ini, menurut Guru Matematika Untung Sudaryono, bukan tak beralasan. Biasanya ada faktor missed yang jadi pembawaan.

“Ya tidak salah prasangka anak didik ini. Nah, setelah pernah kami monitoring. Penyebabnya ada tiga. Pertama, gurunya bengis (suka bentak-bentak), sistem mengajar pakai cara lama, kurang kreatif buat alat peraga dan guru malas membuat media pembelajaran yang menarik,” papar Kepala SMPN L Sidoarjo ini, Jumat (1/12).

Oleh karena itu, sejak April 2017 mendedikasikan diri di SMPN L Sidoarjo ia menginstruksikan kepada guru agar ngajarnya jangan bengis. Dan menghindari bentak-bentak.

“Penting bagi guru menciptakan suasana belajar yang disukai. Kitanya (SDM,red) dulu yang harus disukai. Baru mata pelajarannya. Kalau ada guru yang ngajar masih cara lama. Saya peringatkan secara khusus,” jelas Untung.

Selain itu, di SMPN L Sidoarjo memang disiapkan pembinaan siswa berprestasi yang secara berkelanjutan dimonitoring dan dievaluasi.

“Bagi guru yang mengajar klub anak-anak berprestasi ini, kita lebihkan. Jadi yang masuk klub ini semua mata pelajaran terutama yang di Olympiade Sains Nasional (OSN) kan. Pesertanya dari kelas VII, VIII dan IX. Pertemuan setiap Rabu dan Sabtu, pukul 14.00-15.30 WIB,” jelasnya.

Berkat cara itu, siswa-siswi SMPN L Sidoarjo tak lagi menganggap matematika horor. Bahkan, mereka ada yang meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) Matematika Tingkat Kabupaten Musi Rawas.

Untuk mengelompokkan anak masuk klub pembinaan siswa berprestasi, misalkan matematika, diberikan angket ke anak-anak. Lalu yang suka matematika masuk klub matematika.
Bahkan rencananya, yang memang potensial 2018 nanti, akan dikursuskan oleh sekolah di luar. Biayanya ditanggung sekolah.

“Dengan adanya klub itu, siswa-siswi pelan-pelan bisa menghilangkan stigma negatif terhadap matematika. Sekali lagi saya tegaskan, untuk membangun rasa cinta siswa terhadap matematika, bangun dulu rasa suka siswa kepada gurunya. Kalau guru marah-marah terus, wah, tidak jadi itu. Makanya matematika butuh guru yang bersahabat,” jelas alumni Matematika D3 Unsri dan Sarjana Pendidikan STKIP PGRI Lubuklinggau itu.

Hal lain yang juga jadi penyebab matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan, karena kelemahan guru nggak kreatif buat peraga.

Padahal, menurut Pemenang Lomba Alat Peraga MIPA se-Kabupaten Musi Rawas ini, alat peraga bisa membantu siswa dalam memahami bahan ajar yang guru sampaikan.

“Seluruh guru di SMPN L Sidoarjo, ada lebih dari 40 orang selalu disupervisi. Agar semangat dalam membuat alat peraga dan menginovasi media pembelajaran. Jangan sampai siswa malas belajar, karena kitanya yang tidak kreatif,” jelas Untung.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita