oleh

Masyarakat Tolak Bangunan Olahraga

MUSI RAWAS – Masyarakat Desa Lubuk Ngin, Kecamatan Selangit, protes terhadap program bangunan sarana olahraga yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Lubuk Ngin. Pasalnya, sarana olahraga yang dibangun menggunakan Dana Desa (DD), berada di lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, protes yang dilakukan masyarakat sudah sejak akan dimulainya pembangunan sarana dan prasarana olahraga. Karena, mereka khawatir ketika meninggal dunia akan dikebumikan di tempat lain, padahal sejak puluhan tahun lalu seluruh warga Desa Lubuk Ngin yang meninggal dikebumikan di tempat itu.

Bahkan, Kamis (22/11) sudah dilakukan rapat antara masyarakat dengan warga setempat, yang difasilitasi Pemerintah Kecamatan Selangit, dan aparat kepolisian. Tujuannya, untuk menyelesaikan protes masyarakat atas program yang dilakukan Pemerintah Desa.

Menurut MN, sesepuh warga setempat ketika dimulainya pembangunan, banyak masyarakat bertanya ke pada dirinya, mengenai sejarah lahan TPU yang dibangun sarana dan prasarana olahraga. Sebab, ia salah satu sesepuh yang mengetahui tentang sejarah dari lahan.

Oleh MN, dijelaskan kalau lahan TPU dibeli pada zaman Gindo (Kades) Hj Nanung sekitar tahun 1980. Saat itu, warga Desa Lubuk Ngin urunan uang Rp2.500 per rumah, untuk membeli lahan yang akan dijadikan TPU.

“Tiba-tiba, pada 2018 ada bangunan sarana olahraga di tanah hasil urunan. Tentu masyarakat tidak setuju berdirinya sarana dan prasarana olahraga di lahan TPU, karena tidak sesuai dengan kegunaannya, walaupun kami tahu tujuan bagus,” katanya, Minggu (25/11).

Padahal, MN melanjutkan sudah dipastikan seluruh masyarakat Desa Lubuk Ngin setuju dengan program yang dilakukan Kades, karena bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda dari pengaruh buruk, salah satunya narkoba. Namun, karena bangunan tersebut didirikan di lahan TPU, maka secara beramai-ramai masyarakat melakukan penolakan.

“Kami dari masyarakat tidak melarang adanya bangunan sarana dan prasarana olahraga, justru kami menyambut baik atas pembangunan yang sudah dilakukan. Tapi, jangan di lahan TPU,” jelasnya.

Terpisah, Ketua BPD Lubuk Ngin Kecamatan Selangit, Abdul Muluk mengatakan proses pembangunan sarana dan prasarana olahraga tepatka dihentikan. Hal ini dilakukan karena masyarakat tidak menyetujui pembangunan sarana olahraga di tanah wakaf.

“Terpaksa kita hentikan sementara, karena masyarakat tidak setuju,” katanya.

Menurutnya, jadi saat ini masih menunggu perkembangan selanjutnya dari hasil rapat. Sebab, banyak dari masyarakat tidak mau menandatangani surat pernyataan penolakan yang disodorkan pemerintah desa.

“Tapi, saat disuruh tanda tangan, hanya satu masyarakat yang mau tanda tangan, sisanya tidak,” jelasnya. (aku)

News Feed