oleh

Masyarakat Semangus Baru Krisis Air Bersih

Ambil Air Tempuh Jarak 500 Meter

LINGGAU POS ONLINE, SEMANGUS – Warga Desa Semagus Baru, Kecamatan Muara Lakitan, mengeluh. Pasalnya sejak Juli 2018 ini mereka mengalami krisis air bersih.

Warga terpaksa mengangkut air dengan jeriken mesti menempuh jarak lebih kurang 500 meter. Informasinya krisis air disebabkan sumur bor maupun sumur biasa mengalami kekeringan sejak awal Juli 2018 lalu. Saat ini warga terpaksa mengambil air dengan cara ditenteng dan dipanggul.

Salah seorang setempat, M Sada (31) mengatakan setiap musim kemarau Desa Semagus dan sekitarnya memang ‘langganan’ krisis air bersih.

“Kekeringan ini setiap tahun kami rasakan, sumur pasti kering kalau pada musim kemarau seperti ini. Sumur akan berisi lagi jika hujan turun,” kata Sada kepada koran ini, Kamis (2/8).

Ia menyebutkan warga mengambil air memakai gerobak atau motor. Ia berharap ada solusi dari Pemkab Mura mengatasi krisis air bersih dialami warga setiap musim kemarau.

“Kami berharap ada bantuan air bersih dari pemerintah untuk jangka panjang, seperti ada saluran PDAM masuk ke pemukiman desa. Sehingga, jika terjadi musim kemarau tidak terjadi kekeringan,” harap bapak dua anak ini.

Secara terpisah, Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Mura, Paisol mengatakan pihaknya belum menerima laporan dari warga yang kekurangan air bersih.

“Belum ada usulan dari warga meminta bantuan air bersih. Tapi jika ada permintaan dari warga yang melapor, maka kita siap, karena kita punya mobil tangki air,” ungkap Paisol, kemarin.(04)

Rekomendasi Berita