oleh

Masyarakat Marga Baru Beli Air Bersih

LINGGAU POS ONLINE – Akibat musin kemarau yang berkepanjangan, warga Desa Marga Baru SP 3, Kecamatan Muara Lakitan mengalami krisis air bersih, akibatnya harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Marga Baru, Muhtadin, Minggu (25/8).

Menurut Muhtadin, masyarakat di Desa Marga Baru setidaknya butuh 10 tangki air per hari, yang dibeli dengan harga kisaran Rp300 ribu sampai Rp400 ribu per tangki.

Akibatnya, masyarakat setempat urunan untuk membeli air bersih. Bahkan, tidak sedikit masyarakat Desa Marga Baru yang terpaksa mengungsi, dikarenakan tidak mampu membeli air bersih.

“Kita ada penampungan air di tempat wisata desa. Tapi, air yang ada di situ hanya bisa digunakan untuk mencuci dan mandi saja. Kalau untuk memasak dan memenuhi kebutuhan air bersih per hari, warga terpaksa membeli,” jelasnya.

Memang, sebelumnya ada aliran air dari BLUD SPAM Musi Rawas (Mura), selain sumur yang dibuat masyarakat. Tapi, sudah beberapa hari ini aliran air dari BLUD SPAM tersebut mati, dan di sumur mandiri yang dibuat masyarakat juga tidak ada air lagi.

Sebenarnya, ia telah berupaya untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, dengan membuat sumur bor. Tapi, akibat banyaknya masyarakat yang membutuhkan, air yang ada di sumur bor yang dibuatnya itu tidak bisa memenuhi kebutuhan warganya.

Maka dari itu, ia berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura bisa membantu masyarakat Desa Marga Baru, dalam memenuhi kebutuhan air bersih, dalam beberapa hari kedepan.

Sementara itu Kepala BLUD SPAM Mura, Agus Hilman mengatakan memang ada kerusakan di wilayah Muara Lakitan. Namun, itu sudah dilakukan perbaikan dan APR yang mengalami kerusakan sudah diganti. Tapi, setelah dipasang oleh tim teknis, kembali terjadi kerusakan, apakah APR-nya lagi yang mengalami kerusakan, atau ada dinamo genset perlu diperbaiki. Saat ini, tim teknis sedang melakukan perbaikan, semoga bisa hidup dalam beberapa hari kedepan.

“Tapi, khusus di di Marga Baru, akan kembali dikaji. Apakah tidak mengalinya air disitu akibat kerusakan, atau memang aliran airnya tidak sampai. Jadi, setelah dilakukan perbaikan tim teknis akan turun kesitu,”jelasnya. (*)

Laporan : Aan Sangkutiyar

Rekomendasi Berita