oleh

Masyarakat Kelola Pabrik Terawas Indah POM

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Managemen PT PP London Sumatera (Lonsum) Palembang mengungkapkan pihaknya mengedepankan tenaga kerja lokal. Karena, setidaknya ada 60 persen masyarakat lokal menjadi tenaga kerja di Terawas Indah Palm Oil Mill (POM) Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Demikian disampaikan kepala Humas PT PP Lonsum Palembang, Sohirin, Selasa (2/10).

Menurutnya, 60 persen tenaga kerja lokal tersebut di Pabrik Terawas Indal POM berasal dari Dusun V Desa, Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Sementara, total keseluruhan tenaga kerja lokal mencapai 80 orang, berdasarkan data yang disampaikan ke Dinas Ketenagakerjaan dan pihak kecamatan.

“Pabrik itu memang khusus untuk kebun kelapa sawit plasma masyarakat, kemudian sekitar 60 persen tenaga kerja lokal yang menggantungkan kehidupan di areal pabrik,” katanya.

Mengenai limbah, manajemen PT PP Lonsum sangat memperhatikan aturan pengelolaan limbah. Maka, secara periodik melaporkan hasil pemantauan lingkungan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan UPTD Laboratorium Hidup Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muratara juga melakukan turun melakukan pengecekan di lapangan.

Sementara itu, Ketua SPSI Terawas Indah POM, Hanafi mengatakan dirinya telah bekerja di pabrik Terawas Indah POM sejak tahun 2004 dan merupakan putra daerah asli dari Karang Jaya. Sehingga, mengetahui jelas siapa saja tenaga kerja lokal yang bekerja di lokasi pabrik, karena pernah bekerja di Kecamatan Karang Jaya.

Bahkan, pihaknya juga memberikan laporan kepada Disnaker untuk masalah tenaga kerja. Karena, para putra daerah harus aktif bersama-sama membangun daerah.

“Mayoritas tenaga kerja lokal, mengantungkan hidup di pabrik plasma milik masyarakat ini,” kata Hanafi.

Kemudian, Herman (40) Operator Pabrik Terawas Indah POM mengatakan dirinya telah 13 tahun bekerja di pabrik. Bahkan, sejak awal berdirinya pabrik masyarakat banyak yang tidak mau bekerja di lokasi.

Menurutnya, dulu tidak ada yang mau kerja. Namun, sekarang sudah banyak yang kerja dan mayoritas tenaga kerja lokal.

“Maka, jangan sampai masyarakat lokal yang menggantungkan hidup di pabrik ini menjadi korban pihak yang memiliki kepentingan sesaat. Karena, kami masyarakat tenaga kerja lokal sebagai garda terdepan,” katanya. (aku)

Rekomendasi Berita