oleh

Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Masyarakat khususnya umat muslim di Kabupaten Musi Rawas, diminta agar tidak mudah terprovokasi dengan adanya larangan Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura.

Kepala Kantor Kemenag Musi Rawas, H Hermadi mengatakan, adapun larangan Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura dimaksud. Yakni mengeraskan suara Azan, mendakwahkan Islam di tanah Papua dan bangunan masjid tidak boleh lebih tinggi dari gereja.

“Masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan pemberitaan sekarang ini. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat tetap menjaga kedamaian dan kerukunan antar umat beragama,” ungkapnya, Minggu (25/3).

Hermadi mengaku, Kemenag Musi Rawas terus berupaya menjaga kedamaian dan ketertiban antar umat beragama.

“Diantaranya dengan menyosialisasikan kepada masyarakat untuk selalu saling menghargai, menghormati dan menjaga ketertiban dan ketenteraman bersama, dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),” jelasnya

Hermadi menambahkan, ia bersama tokoh agama mengunjungi masyarakat untuk memantau perkembangan masalah agama setiap triwulan. ia pun berharap, jangan sampai isu nasional terjadi di Kabupaten Musi Rawas.

“Kami juga mengimbau penyuluh agama, penghulu, KUA dan para Dai agar selalu mengonfirmasi kepada masyarakat agar jangan saling mencaci maki agama dan berdakwah dengan damai,” tuturnya

Imbauan serupa di sampaikan Kepala Kemenag Lubuklinggau, Zainuri Mattan ia meminta agar warga Lubuklinggau, tidak mudah terpengaruh atas mencuatnya isu nasional tersebut.

“Warga Lubuklinggau harus tetap menjaga kerukunan, jangan sampai kejadian di Papua membuat masyarakat jadi terpecah belah,” ungkapnya. (04)

Rekomendasi Berita