oleh

Masyarakat Jangan Coba Pengaruhi Perekrutan PPK

“Bagaimana mau Pilkadanya berjalan dengan baik, kalau dari perekrutan saja sudah tidak baik”

Syarifudin Komisioner KPU Kabupatten Mura.

“Kami juga melakukan perekrutan PPK, sesuai dengan mekanisme yang sudah ditetapkan”

Komisioner KPU Muratara, Nety Herawati.

LINGGAU POS.CO.ID- Penerimaan berkas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dimulai 18 Januari 2020. KPU Kabupaten Musi Rawas (Mura), membuka ruang untuk semua masyarakat yang memenuhi syarat untuk melakukan pendaftaran.

“Pendaftaran terbuka untuk umum, semua memiliki peluang yang sama,” kata Komisioner KPU Kabupaten Mura Divisi SDM dan Parmas, Syarifudin.

Sarif sapaan akrab Syarifudin menjelaskan masyarakat jangan coba-coba untuk memengaruhi pihak KPU Kabupaten Mura dalam proses rekrutmen ini. Sebab, bila ada yang coba-coba untuk menjanjikan atau memberikan uang atau imbalan lainnya, akan langsung didiskualifikasi dari pendaftaran. Bahkan, akan dicatat dan bakal jadi pertimbangan diseleksi panitia adhoc yang akan datang, karena dianggap sudah berusaha memengaruhi integritas KPU.

“Masyarakat jangan coba-coba untuk memengaruhi kami. Bisa dipastikan, masyarakat yang coba untuk mempengaruhi kami tadi, di jamin tidak lulus sebagai panitia adhoc,” jelasnya.

Peringatan ini dilakukan, sebagai salah satu langkah untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Mura.

“Bagaimana mau Pilkadanya berjalan dengan baik, kalau dari perekrutan saja sudah tidak baik. Maka, jangan coba-coba untuk memengaruhi kami, kalau tidak mau menyesal sendiri,” tegasnya.

Syarif memastikan, semua yang memenuhi syarat untuk jadi peserta seleksi anggota PPK, dipastikan dapat kesempatan yang sama dengan peserta lainnya. “Tidak ada yang istimewa, semuanya akan diperlakukan sama, sebagai peserta seleksi PPK,” ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan Komisioner KPU Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Netty Herawati, kalau pihaknya juga pada 18 Januari ini mulai melakukan perekrutan PPK untuk Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 23 September 2020 ini.

“Kita akan merekrut PPK, sesuai dengan jadwal tahapan yang sudah ditetapkan,” katanya.

Adapun persyaratan untuk mengikuti seleksi PPK, yakni Warga Negara Indonesia (WNI), berusia paling rendah 17 tahun. Setia kepada Pancasila sebagai Dasar Negara, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. Mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil, tidak menjadi anggota Partai Politik (Parpol) yang dinyatakan dengan Surat Pernyataan yang sah atau paling singkat 5 tahun tidak lagi menjadi anggota Parpol yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus Parpol yang bersangkutan.

“Kemudian, berdomisili dalam wilayah kerja PPK. Mampu secara jasmani, rohani dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” jelasnya.

Kemudian, berpendidikan paling rendah sekolah menengah atas atau sederajat. Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih. Tidak pernah dijatuhi sanksi pemberhentian tetap oleh KPU/KIP Kabupaten/Kota atau Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu. Belum pernah menjabat 2 (dua) kali dalam jabatan yang sama sebagai anggota PPK, dengan penghitungan jabatan Anggota PPK dalam jabatan yang sama yaitu telah menjabat 2 kali periode berturut-turut sebagai anggota PPK dalam pelaksanaan Pemilihan Umum DPR, DPD, DPRD, Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dengan Periodisasi.

“Tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara Pemilu, dan tidak menjadi tim kampanye peserta Pemilu dan/atau Pemilihan yang dinyatakan dengan surat pernyataan yang sah atau paling singkat 5 tahun tidak lagi menjadi tim kampanye Peserta Pemilu dan/atau Pemilihan yang dinyatakan dengan surat pernyataan yang sah,” ungkapnya.(*)

Artikel ini sudah terbit di Harian Pagi Linggau Pos dengan judul “Masyarakat Jangan Coba Pengaruhi Perekrutan PPK”

 

Rekomendasi Berita