oleh

Masyarakat Ingin Pilkada Damai

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – H Rodi Wijaya Ketua Tim Kampanye Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Walikota Lubuklinggau nomor urut 2 H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar (NanSuko), menegaskan masyarakat Kota Lubuklinggau menginginkan Pilkada damai.

“Masyarakat ingin Pilkada Kota Lubuklinggau menjadi Pilkada yang damai, tenteram dan memberikan arti yang positif bagi masyarakat,” tegasnya kepada Linggau Pos, Rabu (11/4).

Diakui pria yang juga menjabat Ketua DPRD Kota Lubuklinggau itu mengatakan, dalam pemilihan ketua kelas pun tidak ada yang mau kalah, apalagi Pilkada yang mempertaruhkan segalanya. Baik itu materi, waktu, kehormatan dan lain-lain.

Meski demikian, ia meminta hendaknya jangan melakukan black campaign (kampanye hitam,red).

Ketua DPD Partai Golkar Kota Lubuklinggau, mengimbau tim pemenangan baik tim dari Partai Politik (Parpol) maupun tim keluarga, pendukung dan simpatisan Paslon nomor urut 2 tidak membuat keresahan di masyarakat.

Ia berpesan, lakukan kegiatan secara elegan dan mencari simpati masyarakat, tidak mengumbar aib, kejelekan seseorang secara pribadi dan isu SARA.

“Kami mengharapkan kandidat lain juga memberikan arahan kepada tim-tim bawah. Kami bisa menahan diri, bisa mengimbangi untuk memberikan arahan yang sama dan tidak mencari-cari kesalahan. Perjuangan tetap perjuangan, usaha tetap usaha tapi jangan black campaign,” imbaunya.

Lebih lanjut mantan anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas periode 2004-2009 menambahkan Pilkada merupakan pesta demokrasi lima tahunan.

“Mungkin dalam Pilkada kali ini kita berbeda dukungan, untuk Pilkada lima tahun mendatang siapa tahu kita bisa bertemu kembali dalam kondisi yang mungkin berbeda bisa jadi satu dukungan. Demikian juga sebaliknya Pilkada kali ini secara bersama-sama dalam satu dukungan, namun Pilkada nanti bisa saja beda dukungan. Politik itu dinamis tidak ada musuh yang abadi, musuhkan itu berdasarkan kepentingan secara politik,” lanjutnya.

Lulusan S2 Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) Palembang, berharap kepada ketua Parpol dapat memberikan pencerahan kepada anggotanya masing-masing jangan sampai masyarakat dikorbankan.

“Hal yang kita anggap sepele di atas, bisa menjadi masalah yang serius pada masyarakat yang ada di bawah,” harapnya.

Disamping itu, alumni Fakultas Ekonomi Unsri Pelembang menambahkan bahwa akhir-akhir ini bermunculan di Media Sosial (Medsos) dengan akun abal-abal yang selalu membuat status menjelek-jelekkan salah satu Paslon.

Untuk itu ia mengimbau masyarakat agar cerdas dalam menggunakan Medsos, jangan sampai melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Kami berharap masyarakat bisa arif dan bijaksana juga menyikapi masalah komentar posting di Medsos, hati-hati jangan sampai menjadi persoalan hukum melanggar UU ITE maka akan berurusan dengan pihak yang berwajib. Oleh karena itu, kami mengimbau untuk hati-hati dalam menanggapi postingan bisa saja tanpa sadar ketika jari ini mengetik dan terlanjur diposting. Setelah menyadari itu salah kita menghapus. Tapi orang lain sudah ada yang menyimpan file tersebut atau membuat screen shoots yang kemudian menjadi barang bukti, sehingga kita akan berurusan dengan hukum,” imbau suami Diana Ruffini. (05)

Rekomendasi Berita