oleh

Masuki Musim Pancaroba, Waspada Malaria

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh protozoa obligat intraseluler yang hidup intra sel dari genus plasmodium. Penularan malaria dilakukan oleh nyamuk betina dari tribus Anopheles.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Lubuklinggau Idris melalui Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dr Jeannita Sri A Purba menerangkan, untuk di Kota Lubuklinggau daerah yang masyarakatnya rawan terkena Malaria, di Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

“Bukan endemik ya. Tapi karena di sana banyak rawa dan sungai, jadi memang potensi jadi sarang nyamuk Anopheles,” jelas dr Jeannita.

Anopheles biasanya menggigit mulai pukul 18.00-06.00 WIB. Sasarannya bukan hanya orang dewasa, namun juga anak-anak dan bayi.

Dari data yang dihimpun, di tingkat global, menurut WHO, masih ada lebih kurang 3,2 miliar jiwa atau hampir separuh penduduk dunia yang berisiko tertular penyakit Malaria.

Pada tahun 2015, WHO memperkirakan ada sekitar 214 juta kasus baru malaria dengan kematian sekitar 438 ribu orang di seluruh dunia. Dari seluruh jumlah kematian akibat Malaria di dunia, sekitar sepertiga atau 306 ribu terjadi pada  balita.

Sementara, di Indonesia tahun 2010 terdapat 465.764 kasus positif malaria dan angka ini telah menurun pada tahun 2015 menjadi 209.413  kasus.

Menurut dr Jeannita, Anopheles merupakan nyamuk yang kerap berkembang biak saat pancaroba.

“Kebetulan ini kan masuk pada musim pancaroba, yakni saat pergantian musim hujan ke panas. Ketika masa transisi ini, warga kerap mengeluhkan masalah kesehatan yang dipengaruhi perubahan musim tersebut. Salah satunya Malaria,” tutur alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri).

Ia menjelaskan, gejala malaria diawali dengan menggigil, rasanya seperti kedinginan (berlangsung 15-60 menit).

Diikuti Demam (suhu badan tinggi, lebih dari 37,5°C) selama 2-6 jam, lalu berkeringat (selama 2-4 jam) diikuti suhu yang menurun, dan terasa kembali sehat.

Bisa juga penderita mengalami kepala pusing, badan pegal-pegal, mual, dan muntah.

Gejalanya kadang berulang lagi setiap 48 sampai 72 jam, tergantung jenis parasit Plasmodiumnya dan berapa lama dia sudah terjangkiti penyakit itu.
Manusia bisa terkena malaria dari nyamuk yang membawa parasit malaria. Sebaliknya, nyamuk yang tidak membawa parasit malaria bisa mendapat parasit itu saat menggigit manusia yang sudah terjangkit malaria. Lalu, nyamuk itu bisa menularkan parasit kepada manusia lain lagi.

Penyakit malaria yang tidak segera di rawat bisa menyebabkan anemia yang parah dan bisa mengancam kehidupan. Oleh karena itu, disarankan carilah segera perawatan medis sebelum penyakitnya semakin parah, terutama bagi anak-anak dan wanita hamil.

*Malaria Bisa Dicegah

Sekalipun mematikan, pencegahan malaria dalam lingkungan keluarga dapat dilakukan dengan, menghindari atau mengurangi kontak gigitan nyamuk Anopheles dengan menggunakan pemakaian kelambu, penjaringan rumah, repelon, obat nyamuk, dan lain-lain.

Nah, untuk membunuh nyamuk dewasa dengan menggunakan berbagai insektisida, membunuh jentik (kagiatan antilarva) baik secara kimiawi (larvisida) maupun biologik (ikan, tumbuhan, jamur, bakteri), mengurangi tempat perindukan (source reduction), segera mengobati penderita malaria jika sudah ada anggota keluarga yang terkena malaria. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita