oleh

Masuk SD, Idealnya 7 Tahun

Psikolog, Irwan Tony
“Umumnya anak yang terlalu dini masuk SD memang cukup matang secara akademik. Namun biasanya kematangan emosi dan kemandiriannya belum maksimal….”

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Tak sedikit orang tua dibuat galau, berapa sesungguhnya usia ideal anak masuk SD/MI. Menurut Psikolog Irwan Tony ada alasan tertentu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mewajibkan orang tua memperhatikan usia ideal anak masuk SD.

Karena, kata dia, pada usia 7 tahun, anak dianggap paling siap secara fisik. Untuk diam di kelas sampai siang.

“Selain itu, gerakan motorik anak sudah lebih bagus, otot dan sarafnya juga sudah terbentuk. Untuk memegang pensil misalnya, anak sudah lebih mampu jika harus menulis sendiri tanpa bantuan orang dewasa. Sementara usia kurang dari 6 tahun terkadang belum siap, karena anak-anak usia ini masih suka bermain,” jelasnya.

Ia menerangkan, anak yang terlalu dini masuk SD umumnya masih bermasalah khususnya di kelas I, karena ia belum siap untuk belajar berkonsentrasi. Anak masih mengembangkan keterampilan geraknya.

“Akibatnya anak akan sulit berkonsentrasi, meskipun secara kemampuan intelektualnya dia sudah cukup mampu menyelesaikan soal-soal yang disediakan,” imbuhnya.

Lalu aspek emosi. Sebab, umumnya anak yang terlalu dini masuk SD memang cukup matang secara akademik. Namun biasanya kematangan emosi dan kemandiriannya belum maksimal.

“Padahal di jenjang SD anak tidak lagi akan mendapat perhatian seperti di TK. Ia diharapkan lebih mandiri dan juga tidak lagi terlalu tergantung pada orang tuanya,” bebernya.

Melihat berbagai aspek tersebut, Irwan Tony menyarankan, sebaiknya orang tua jangan terlalu dini menyekolahkan anak, lihat kondisi anak. Karena tiap anak berbeda. Jika orang tua memang masih belum yakin memasukkan anak ke SD, bila perlu konsultasikan dengan psikolog anak apakah anak ayah bunda sudah siap atau belum memasuki SD.

Sebagaimana yang dilakukan Dedi Aprian. Putri pertamanya, Vio selesai TK usia 6 tahun 3 bulan.

“Saat itu, usia wajib masuk SD usia 7 tahun. Jadi gurunya kasih saran ke kami (orang tua,red) Vio nunda ke SD. Menurut gurunya Vio, insya Allah anaknya akan lebih matang nantinya, kami pikir ada benarnya juga. Untuk apa kami paksain SD, kalau nantinya Vio malas-malasan sekolah dan cepat bosan. Dan ternyata benar, saat SD usia 7 tahun dia lebih siap dengan kegiatan-kegiatan apapun di SD, tanpa harus kita minta belajar, dia belajar,” terang Dedy.

Masalah SD yang dipilih, menurut Dedy, ia dan sang istri mengembalikan ke anak-anak. Seringkali orang tua muda ini bertanya ke anak, mau sekolah di lingkungan lama atau baru. Dan khusus Vio memang cukup memilih sekolah dengan lingkungan lama, karena sudah punya teman.

“Pernah kami bawa ke SD yang baru. Tapi ternyata Vio merasa masih asing dengan situasi yang ada. Karena kami juga khawatir dengan tahap adaptasi anakkan beda-beda, jadi tetap mengutamakan kenyamanan anak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Lubuklinggau, H Tamri melalui Kasi Kurikulum, Tarwan menerangkan anak usia di atas lima tahun tujuh bulan pada Juli 2018 nanti, sudah diperbolehkan masuk SD.

“Usia 5,7 bulan itu minimal. Jadi ketika bulan Juli 2018, usia anak sudah 5,7 bulan, boleh masuk SD. Kalau usia anak masih di bawah itu, jangan dipaksakan. Sekalipun anak sudah bisa baca, tulis maupun berhitung (Calistung),” terang Tarwan.

Menurut Tarwan, hal ini dipertegas dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 17 Tahun 2017 terkait persyaratan ternyata anak usia 6 tahun bisa masuk SD.

“Jadi 6 tahun itu usia idealnya. Sebagaimana tertera pada Pasal 5 Permendikbud menyebutkan calon peserta didik baru yang berusia 7 tahun wajib diterima sebagai peserta didik. Sementara untuk calon peserta didik baru berusia paling rendah enam tahun pada 1 Juli tahun berjalan,” paparnya.

Tahun ini, ada 102 SD negeri dan swasta siap menampung murid baru. Penerimaan siswa baru sebagaimana jadwal pendidikan, diprediksi baru dilakukan Juli 2018 ini.

“Penting pula kami ingatkan, penerimaan murid SD ini tidak wajib pakai ijazah TK atau PAUD. Jadi kalau anak sudah usia tujuh tahun misalnya. Mau masuk SD, bisa. Dan SD wajib menerimanya. Karena belajar Calistung itu idealnya dilakukan di bangku kelas I SD,” imbuhnya lagi.

Ia juga memastikan, tidak ada biaya-biaya terkait pendaftaran murid SD, karena semua sudah di-handel dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). (02)

Rekomendasi Berita