oleh

Massa Ancam Setop Pilkades Karang Anyar

Tunggu Klarifikasi Camat Rupit

Kapolsek Rupit, AKP Yulfikri

“Camat Rupit, Nafrizal telah diperintahkan untuk mengklarifikasi surat yang dia keluarkan. Jadi tunggu klarifikasi Camat Rupit atas surat yang dia keluarkan..”

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Lantaran tidak mendapatkan jawaban yang sesuai diharapkan, puluhan masyarakat yang mayoritas ibu rumah tangga Desa Karang Anyar melakukan aksi ke Kantor Bupati, dan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A) Kabupaten Muratara, Senin (13/11).

Mereka menyatakan, aksi itu sebagai bentuk dukungan moral untuk bakal calon Kepala Desa (Kades) Karang Anyar.

Setelah aksi di sekitar dua kantor tadi, massa melakukan penutupan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Tepatnya sebelum Simpang Empat Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit dengan melintangkan kayu dan membakar ban.
Dampaknya, aksi itu berujung kemacetan sepanjang 1 kilometer selama berjam-jam. Baik dari arah Provinsi Jambi maupun dari arah Kota Lubuklinggau.

Dari pantauan Linggau Pos, masyarakat melakukan aksi karena bakal calon Kades, Martono dianggap lulus dalam proses seleksi tes tertulis yang dilaksanakan oleh Panitia Pilkades tingkat kabupaten di Kantor Kecamatan, Kamis (9/11) lalu.

“Sesuai dengan surat ditandatangani oleh Camat Rupit Nafrizal, maka Martono harus diikutsertakan dalam Pilkades karena dianggap lulus. Apabila tidak diikutsertakan maka Pilkades Karang Anyar disetop,” kata Andi, seorang warga Karang Anyar yang ikut aksi.

Kepala DPMD-P3A, Firdaus menyampaikan untuk keputusan lulus atau tidaknya peserta Balon Kades untuk tes tertulis sesuai dengan aturan yakni sesuai hasil keputusan tim panitia kabupaten.

“Tadi pagi, saya, anggota tim Panitia Kabupaten, dan Camat Rupit sudah rapat dengan Bupati, dengan keputusan agar camat mengklarifikasi dan membatalkan atas keputusan surat yang dibuat camat tersebut,” kata dia saat diwawancarai.

Sementara itu, Kapolsek Rupit, AKP Yulfikri menyampaikan terkait adanya permasalahan ini, Camat Rupit, Nafrizal telah diperintahkan untuk mengklarifikasi surat yang dia keluarkan.

“Jadi tunggu camat untuk menyampaikan klarifikasi atas surat yang dia keluarkan,” kata Yulfikri.

Terkait aksi ini, Yulfikri menyayangkan karena tidak ada surat pemberitahuan, silakan saja untuk menyelesaikan aspirasi tapi tidak dengan mengganggu ketertiban umum, dengan menutup jalan lintas.

“Silakan sampaikan aspirasi, tapi untuk berdemonstrasi harusnya ada surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian, Tolong ikuti aturan yang ada, jangan ‘menabrak’ hukum,” tegasnya.

Lebih lanjut ditambahkannya, dengan adanya penutupan tersebut, berimbas terjadi aksi begal, menodong curas.

“Bahkan kami sempat melakukan penembakan DPO, lantaran mereka hendak melakukan penodongan, bahkan menembak aparat pada saat dikejar,” sebutnya.

Dari pantauan Linggau Pos di lokasi pemortalan, dilakukan pertemuan negosiasi oleh Pemerintah Kabupaten Muratara dalam hal ini Kepala Sat Pol PP Kabupaten Muratara, Haidir Kalingi, Kepala Kesbanpol, Herawati, dihadiri anggota DPRD Muratara M Hadi, Kapolsek Rupit AKP Yulfikri, Kasat Intel Polres Musi Rawas, AKP Hendri.

Dalam penyampaiannya Haidir Kalingi mengatakan, apa yang disampaikan masyarakat akan dilaporkan ke Bupati Muratara.

“Kalau bisa dibuka dulu,” pintanya kepada massa.

Begitu juga dari anggota DPRD Kabupaten Muratara, M Hadi akan melakukan rapat dengan Bupati Muratara dihadiri perwakilan masyarakat Karang Anyar Kecamatan Rupit.

Hingga pukul 17.00 WIB kayu dan ban yang dibakar massa belum juga dibersihkan. Sehingga masih menimbulkan kemacetan.

Dari pantauan Linggau Pos, pasca pertemuan dengan Bupati Muratara dan Panitia Kabupaten, Camat Rupit, Nafrizal tidak nampak, pada saat aksi baik di Kantor Bupati, Kantor DPMD-P3A maupun di Desa Karang Anyar, bahkan saat awak media mendatangi Kantor Camat, beliau tidak ada, begitu juga nomor handphonenya tidak aktif. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita