oleh

Masih Jalani Hukuman, Kembali Disidangkan

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Rizal Efendi (22) warga Kelurahan Jukung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanda Handika, SH satu tahun penjara. Demikian terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Kamis(4/10).

Ia dituntut setahun penjara karena pencurian sepeda motor Honda Beat F1 Spoke warna oranye biru Nopol BG 2124 GW milik Khorul Mukminin.

Sidang digelar di ruang sidang Cakra, dipimpin Hakim Andi Barkan SH, MH didampingi Hakim Anggota Indra Lesmana SH dan Syahreza Papelma SH, MH dengan Panitera Pengganti (PP) Rusmiati, SH.

“Meminta majelis hakim menghukum terdakwa karena telah terbukti secara sah, melakukan tindakan pencurian dengan pemberantasan sebagaimana yang diatur dalam pasal 363 ayat (1) ke-4 dan 5 KUHP, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama satu tahun penjara,” kata JPU.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, terdakwa memohon keringanan hukuman.

Di luar sidang JPU, Nanda Handika SH mengatakan kepada Linggau Pos, perihal tuntutan satu tahun karena, terdakwa sedang menjalani hukum terhadap perkara lainnya.

“Sekitar lima perkara yang terdakwa hadapi saat ini, dengan perkara yang sebelumnya terdakwa sudah divonis. Perkara yang terdakwa hadapi saat ini, hanya sisanya saja yang bisa dihukum,” kata JPU Nanda Handika SH.

Terungkap dalam sidang sebelumnya, perbuatan terdakwa ini Sabtu 19 Agustus 2017 sekitar pukul 18.30 WIB. Awalnya, terdakwa bersama temannya Suhardi mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna merah milik terdakwa dari Tugumulyo menuju Lubuklinggau.

Di Kelurahan B Srikaton Kecamatan Tugumulya Kabupaten Musi Rawas (Mura), terdakwa melihat korban sendirian mengendarai sepeda motor masuk ke area Bank SumselBabel.

Lalu korban memarkirkan sepeda motornya di depan ATM Bank Sumsel Babel Tugumulyo dan masuk ke ATM, saat itulah terdakwa memulai aksinya. Kemudian terdakwa turun, sedangkan Suhardi menunggu di atas sepeda motor, sembari melihat orang-orang. Keadaan aman, terdakwa mendekati sepeda motor Honda Beat milik korban, dan mengeluarkan kunci T dan Y dari tas kecilnya.

Kemudian kunci T dan Y tersebut dimasukkan bergantian ke dalam kunci kontak sepeda motor, sehingga kunci stang motornya terbuka dan kontaknya menyala. Lalu terdakwa menaiki sepeda motor yang berhasil dinyalakan, langsung membawanya ke arah Lubuklinggau. Begitu juga dengan Suhardi, langsung kabur menuju Lubuklinggau.

Korban, setelah keluar dari ATM Bank Sumsel Babel, terkejut melihat sepeda motornya telah hilang, kemudian korban mencari–cari keberadaan motornya sembari meminta bantuan security. Lalu korban melihat CCTV, namun tidak mengenal para terdakwa. Kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Tugumulyo, lalu terdakwa berhasil ditangkap.

Akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami kerugian sebesar Rp9 juta dan oleh JPU, Suhardi didakwa dengan Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan 5 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.(cw1)

Rekomendasi Berita