oleh

Masih Berduka, Ifan Seventeen Belum Sanggup Nyanyi

JAKARTA – Ifan Seventeen masih merasakan duka mendalam atas kehilangan tiga rekan satu band dan istri tercinta dalam bencana tsunami yang menerjang Banten dan Lampung pada Sabtu malam (22/12).

Ifan yang merupakan vokalis Seventeen satu-satunya personel Seventeen yang selamat saat tsunami meluluhlantakkan panggung mereka di Tanjung Lesung Beach Resort Pandeglang, Banten.

Tiga personel band Seventeen yang menjadi korban meninggal di antaranya Herman Sikumbang (gitar), M Awal Purbani (bass), dan Windu Andi Darmawan (drum).

Sebagai bentuk solidaritas dan mengenang para personel Seventeen yang menjadi korban tsunami, para musisi Yogyakarta menggelar konser “Untukmu Sahabat: Tribute to Seventeen”.

Para musisi Yogyakarta ini bersama-sama membawakan karya-karya terbaik dari band Seventeen pada acara yang digelar di Titik Nol KM Yogyakarta, Minggu (30/12) sore.

‘Tribute to Seventeen’ dilakukan untuk menggalang dana serta mendoakan para personel Seventeen dan para korban musibah tsunami Banten.

Musisi yang diketahui mengisi acara ‘Tribute to Seventeen’ yakni dua mantan personel Seventeen, yakni Doni dan Yudhi. Kemudian ada Jikustik, Endank Soekamti, Eross Candra, Java Hip Hop, Shakey band dan masih banyak lagi.

Video ‘Tribute to Seventeen’ diunggah di akun Instagram@ifanseventeen, Senin (31/12). Dalam keterangan unggahan tersebut, suami mendiang Dylan Sahara ini mengucapkan rasa terima kasih kepada para musisi yang punya kepedulian tinggi dan empati terhadap Seventeen.

“Terimakasih teramat dalam untuk semua sahabat2ku para musisi, pihak istana negara Jogja, event organizer, kawan seventeen, masyarakat maupun semua pihak yang sudah membantu terlaksananya acara TRIBUTE TO SEVENTEEN @seventeenbandid di titik nol km Jogja kemarin malam. Cah2 pasti tau apa yang sudah teman2 lakukan dan pasti seneng banget,” tulis Ifan.

Mewakili seluruh kru band Seventeen, Ifan menyampaikan permohonan maaf lantaran ia tidak mampu berdiri lama di panggung setelah musibah tragis yang menimpanya.

“Mohon dimaafkan aku dan seluruh kekuatanku saat itu hanya mampu berdiri tidak kurang dr 5 menit diatas panggung untuk menyampaikan besarnya rasa terimakasihku,” kata Ifan.

“Semoga amal baik teman2 dibalas Allah dengan rezeki dan berkah yg berlimpah.

Dan semoga almarhum mas Bani, mas Herman, mas Andi, mas Oki dan mas Ujang juga istriku mba Dylan Sahara ditempatkan disisi Allah SWT yang paling mulia.

Doa yang sama terucap untuk semua korban bencana tsunami banten dan lampung, duka kalian adalah dukaku juga. Al-Fatihah,” tulisnya lagi.

Di akhir keterangan, Ifan tak lupa me-mention para musisi yang sudah berpartisipasi dalam konser kemanusiaan ‘Untukmu Sahabat: Tribute to Seventeen’.

“Mas @joddie_rose, mas Doni bung @primaharsha tetep semangat ya, matur suwun mas @anang_batas @erosscandra @erixsoekamti @tonysoekamti_ @mamokomamiki @jikustik @javahiphop @shakeyband dan semua pihak yang ga aku sebutin satu persatu,” tulis Ifan.

Ia juga mengunggah dua video yang menunjukkan suasana saat acara ‘Untukmu Sahabat: Tribute to Seventeen’ berlangsung.

Seperti diketahui, grup musik yang lahir pada tahun.

1999 ini hanya menyisahkan satu personel yakni Sang vokalis, Ifan Seventeen. Sejumlah musisi mendukung Ifan Seventeen terus melanjutkan bandnya.

Menanggapi hal ini, perwakilan manajemen Seventeen, Yulia Dian mengatakan bahwa Ifan Seventeen dan manajemen Seventeen sudah membicarakan langkah selanjutnya yang akan ditempuh. Dengan harapan agar band beraliran pop rock ini tetap hidup.

“Ifan sudah membicarakan kelanjutan Seventeen dengan manajemen. Kami akan melakukan sesuatu agar brand Seventeen tetap hidup,” kata Dian saat dihubungi Fajar Indonesia Network, Kamis (3/1).

Kendati demikian, lanjut Dian, kondisi Ifan saat ini masih terguncang dan butuh waktu untuk menguatkan diri dan kembali ke panggung musik. Trauma dan kesedihan atas kehilangan orang-orang terdekatnya sangat mengguncangkan kehidupan musisi asal Yogyakarta ini.

“Namun hingga saat ini Ifan belum sanggup untuk kembali bernyanyi. Dan kami masih belum tahu juga sampai kapan. Ya masih berduka mba. Dia masih belum sanggup menghadapi musik-musik Seventeen,” lanjut Dian.

Bukan hanya mendukung eksistensi Seventeen beberapa musisi juga bahkan siap menggantikan posisi personel Seventeen yang meninggal karena tsunami. Salah satu musisi, Erix Soekamti siap menempati posisi bassist Seventeen yang sebelumnya dilakukan Bani.

“Beberapa dari teman-teman kami menyatakan niat baiknya (mengisi posisi Seventeen) ya seperti mas Erix. Semua kami tampung dulu karena ya keluarga Seventeen yang ditinggalkan juga harus tetap hidup,” lanjutnya.

Sementara pihak manajemen Erix Soekamti mengatakan, ihwal Erix siap mengisi kekosongan Seventeen, Erix tak ingin banyak bicara kepada media. Ia tak ingin maksud baiknya disalahartikan.

“Kalau perihal seperti ini mas Erix agak kurang nyaman untuk memberikan statemen takutnya dikira memanfaatkan situasi gitulah. Soalnya dari kemarin agak susah ngasih statemen tentang Seventeen ya,” katanya.

Kendati demikian diakui Erix bahwa niatnya hanya ingin melihat band yang sudah dekat dengannya sedari dulu itu tetap hidup di panggung hiburan.

“Mas Erix berpikiran seperti itu (menjadi bassist Seventeen) supaya jalan kan,” ujar dia.(dim/din/fin)

Rekomendasi Berita