oleh

Masih Banyak Korban Belum Ditemukan

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyebut korban tewas akibat tsunami yang menerjang Selat Sunda pada Sabtu (22/12) pukul 22.00 WIB bertambah menjadi 234 orang. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho korban luka yang semula berjumlah 584 orang bertambah menjadi 888 orang. Sementara jumlah orang hilang bertambah hingga 28 orang.

Sejauh ini, Sutopo memaparkan tidak ada warga asing yang menjadi korban tsunami kemarin malam.

Korban dan kerusakan materil terparah terjadi di empat kabupaten yakni Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, dan Tanggamus (baca tabel).

Sebagian besar korban, papar Sutopo, merupakan wisatawan dan masyarakat setempat.

“Lokasi yang banyak ditemukan korban adalah di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung, dan Kampung Sambolo. Daerah wisata sepanjang pantai dari Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita sedang banyak wisatawan berlibur yang kemudian diterjang tsunami,” ucap Sutopo.

Lebih lanjut, Sutopo menuturkan penanganan bencana masih terus dilakukan. Ia memaparkan BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, dan kementerian terkait terus mendampingi pemerintah daerah untuk menanggulangi bencana.

“Jumlah korban diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi,” ujar Sutopo.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam keterangan persnya menjelaskan, dari laporan tim yang berada di lapangan hujan lebat dan angin kencang sempat terjadi di wilayah perairan Anyer pada pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WIB.

“BMKG mendeteksi dan memberikan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku tanggal 22 Desember pukul 07.00 hingga tanggal 25 Desember Pkl 07.00 WIB (peringatan terlampir) di wilayah perairan Selat Sunda,” tuturnya.

Data yang dirilis BMKG, pukul 21.0 WIB, Gunung Krakatau kembali erupsi dan Stasiun Sertuang merekam adanya getaran tremor terus menerus atau tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan.

Namun, sensor Cigeulis (CGJI) mencatat adanya aktivitas sesmic dengan durasi 24 detik dengan frekuensi 8-16 Hz pada pukul 21.03 WIB.

BMKG memastikan jika tingginya gelombang laut di perairan Selat Sunda merupakan peristiwa Tsunami.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan jika gelombang pasang yang terjadi di Laut Selat Sunda merupakan peristiwa Tsunami.
Tsunami terjadi pada Sabtu (22/12) sekitar pukul 21.27 WIB.

Berdasarkan data yang dirilis BMKG, gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan Selat Sunda karena cuaca.

BMKG menyatakan sesaat sebelum tsunami melanda kawasan Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau memang mengalami erupsi. Erupsi terjadi Sabtu (22/12) sekitar pukul 21.30 WIB.

Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Tiar Prasetya mengatakan erupsi itu diduga menyebabkan longsoran vulkanik yang menimbulkan tsunami.

“Aktivitas Anak Krakatau itu sudah aktif dari Juli dan memang pukul-pukul 21.00 itu ada letupan, tapi tidak besar,” ungkap Tiar, Minggu (23/12).

Tiar mengaku longsoran vulkanik akibat erupsi Anak Gunung Krakatau memang tidak secara langsung menimbulkan tsunami.

Namun, ia berkata hal itu mungkin terjadi karena gelombang di Selat Sunda pada 22-25 Desember 2018 memang dalam kondisi tinggi.

Tiar mengatakan tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) mirip dengan yang terjadi akibat erupsi Gunung Krakatau pada 1.883 lalu. Kala itu, tsunami akibat erupsi Gunung Krakatau menjangkau wilayah Jakarta.

Terkait dengan kecepatan tsunami, Tiar mengatakan jika terjadi di laut dalam bisa mencapai 250 km/jam.

“Makin ke darat, makin dangkal itu sekitar 40 km/jam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tiar mengaku BMKG tidak mengeluarkan peringatan sebelum tsunami melanda wilayah Banten dan Lampung. Peringatan tidak diberikan karena tidak ada aktivitas tektonik.

“Memang tidak ada warning karena secara BMKG tidak ada gempa yang terjadi malam itu,” ujar Tiar.

***

Salah satu video yang direkam menunjukkan detik-detik tsunami menerjang Panggung Konser Grup Band Seventeen saat mengisi Gathering Employee PLN UIT JBB di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten. Akibat peristiwa itu, besar grup musik Seventeen dan musisi Indonesia dua personel Seventeen, yakni M Awal Purbani alias Bani (bassist) dan Herman Sikumbang (gitaris), serta Road Manajer Seventeen, Oki Wijaya meninggal dunia.

Dalam kejadian ini, artis serba bisa Heriyanto atau dikenal Aa Jimmy juga meninggal akibat tsunami di Pantai Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. AA Jimmy berangkat ke Anyer untuk mengisi acara gathering PLN UIT JBB di Pantai Tanjung Lesung, Pandeglang bersama istri, tiga anak dan seorang pengasuhnya.

“Dia (Aa Jimmy) berangkat Jumat bersama istri, tiga anaknya dan pengasuh. Katanya mau ngisi acara gathering di Tanjung Lesung,” kata Kakak Ipar Aa Jimmy, Haidar Khotib.Haidar mengaku pihak keluarga hingga kini belum mendapatkan kabar terkait keberadaan jenazah Aa Jimmy maupun kondisi istri dan ketiga anaknya yang dikabarkan dalam kondisi selamat.

“Yang bayi bersama pengasuhnya di hotel. Yang ikut ke lokasi dua anaknya sudah dievakuasi di puskesmas. Alhamdulillah selamat, tapi posisinya terpisah,” ujarnya.

“Bagi saya, Argo atau Aa Jimmy sosok yang sangat ramah. Terakhir ketemu, setelah baca Yasinan malam Jumat. Kebetulan waktu itu membahas keagamaan khususnya tentang kematian. Dia (Aa Jimmy) bertanya bagaimana cara talqin (mengajarkan) mayat dan prosesi pengurusan jenazah. Itu terakhir komunikasi dengan almarhum,” imbuh Haidar.

Sementara Excecutive Vice President Corporate Communication PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), I Made Suprateka menyebut 29 orang karyawannya meninggal dunia akibat musibah tsunami yang menerjang pesisir Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam.

Made menuturkan ke-23 orang itu merupakan bagian dari 225 peserta Gathering Unit Induk Transmisi PLN Jawa Barat di kawasan. Dari 225 peserta itu, sebanyak 65 orang masih belum terkonfirmasi keberadaannya.

“Pegawai PLN 225 yang ikut gathering yang sudah konfirmasi selamat 157 orang,” ujar dia di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (23/12).

Mendengar kabar ini, Manager ULP PT PLN WS2JB Area Lahat Rayon Muara Beliti, Zera Fitrizon mengaku turut berbelasungkawa.

Ia mengatakan Gathering Employee PLN UIT JBB itu digelar per wilayah.

“Kebetulan acara itu diadakan per wilayah, jadi anggota kita tidak ada yang ikut. Tentunya, PLN Mura turut berduka cita semoga korban cepat ditemukan,” kata Zera sapaannya.

Manager ULP PT PLN WS2JB Area Lahat Rayon Lubuklinggau, M Rizal mengatakan alhamdulillah anggotanya tidak ada yang berangkat. Karena acara itu banyak karyawan PLN dari Jawa Barat dan Banten.

Menurutnya,  yang jelas kalau sudah musibah tidak bisa di elakan, memang karyawan PLN setiap tahunnya ada kegiatan Employe Gathering untuk mengukur dan evaluasi kinerja tahunan. Serta menumbuhkan kekompakan selalu bekerja sesama tim.

Kebetulan PLN UIT JBB mengambil lokasi di sana untuk acara tahunan ini. Sudah ada info pegawai dan pejabat PLN disana yang menjadi korban meninggal dunia, cuma belum bisa secara rinci penjelasannya.

“Tentunya kita mohon doanya, biar bisa ditemukan semua korban dengan selamat, dan bisa segera kondusif perihal bencana tersebut,” kata Rizal.

***

Lima Pegawai Bank Mandiri Palembang Selamat

Nasib baik dialami lima karyawan Bank Mandiri cabang Palembang yang menjadi korban tsunami Selat Sunda. Saat air melanda pantai Kalianda, Lampung Selatan, mereka ada di sana. Beruntung, semuanya selamat, hanya mengalami luka dan lecet.

Muhammad Amin (23) salah satu dari kelimanya saat ini dirawat di RSUD Bob Bazar Jl Lettu Rohani, Kalianda, Warga Maskarebet, Sukarami, Palembang ini mengalami lecet di beberapa bagian tubuhnya.

Istri Amin, Elin Diani mengatakan, dirinya sempat khawatir setelah mengetahui informasi ada tsunami di Kalianda.

“Saya hubungi teleponnya, tapi tidak tersambung,” ceritanya, kemarin.

Dia melewati malam minggu kemarin dalam kecemasan. Kabar baik diterimanya pagi kemarin. Amin menghubungi dirinya via video call, dengan meminjam ponsel genggam milik seorang relawan.

“Alhamdulillah. Kondisinya baik. Tapi, ada luka-luka kecil di wajah dan kakinya,”sambung ibu satu anak.

Elin mengaku belum mendapat cerita banyak dari sang suaminya. Saat video call tersebut, Amin hanya mengabarkan kondisi saja selamat dan sedang dirawat. Namun dia melihat pria yang dinikahinya itu masih sangat trauma karena sebelumnya tergulung ombak.

“Jadi saya belum bisa tanya banyak-banyak,” ucap dia. Cerita yang didapatkan Elin, pada malam kejadian suami dan rekan-rekan kerjanya sedang ada acara di Kalianda. Pada saat itu, Amin memanggang ikan di tepi pantai. Tiba-tiba gelombang tinggi menyeret tubuhnya dan yang lain.

Ibu dan saudara -saudara Amin pun sempat dilanda kekhawatiran. Regional CEO (RCEO) Bank Mandiri Regional II/Sumatera 2 Aribowo membenarkan adanya lima pegawai Area Palembang yang sedang berlibur ke Lampung. “Atas nama Amin, Anjar, Jeffri, dan dua lagi belum terinfo. Alhamdulillah kelimanya aman semua,” kata dia.

Posisi mereka sudah dibawa ke Bandar Lampung dibantu pegawai Bank Mandiri di Kalianda. “Tim dari area Palembang terus koordinasi dengan tim area Lampung untuk membantu proses pemulangan. Rencananya nanti malam dibawa ke Palembang,” pungkas Aribowo.

***

Ratusan Sopir Ojek Online Grab yang tergabung di dalam Komunitas Grab Linggau Sehati (GLS) gelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban Tsunami Selat Sunda.

Kegiatan sosial ini dilakukan di sekitar Subkoss Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II sekitar pukul 15.00 WIB.

Ketua Grab Linggau Sehati (GLS), Ari Wibowo mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan respon dari para ojek online Grab, untuk mengurangi beban para saudara-saudara yang terkena musibah.

Kegiatan penggalangan dana ini ditujukan kepada anggota sendiri, sewaktu kegiatan evaluasi akhir tahun.

“Alhamdulillah terkumpul Rp300 ribu, dari penggalangan tadi. Memang hasilnya sedikit, namun ini gambaran respon kepedulian kami ke sesama, dan nanti uang tersebut akan kita serahkan ke Basarnas, karena ia membuka posko bantuan,” kata Ari Wibowo.

Tidak hanya ini, sambung Ari Wibowo, bahwa kami para ojek online Grab, kerap membantu siapapun yang terkena musibah, tak terkecuali bila anggota kami , atau anggota keluarga yang terkena musibah, pasti kami bantu.

“Kami akan tunjuk sekitar 14 orang untuk menggerakkan sumbangan ke para anggota, dan hasilnya langsung kami serahkan ke yang bersangkutan,” tutup Ari Wibowo. (cnn/tbn/se/dlt/cw1)

Rekomendasi Berita