oleh

Masih Banyak Guru Belum S1

 

 

“Makanya kami minta guru honorer meningkatkan kualifikasi pendidikan. Karena kalau belum S1 tidak bisa digaji pakai dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah)…”

LINGGAU POS ONLINE  – Tahun 2018 ada 500-an honorer yang mendapatkan insentif dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas (Mura). Namun, setelah dievaluasi tinggal sekitar 120-an guru saja.

“Tahun 2018 itu, insentifnya Rp400.000 per orang per bulan. Cairnya per triwulan. Setelah dikerucutkan, tinggal 120-an orang dengan insentif Rp750.000 orang per bulan,” terang Plt Kepala Disdik Kabupaten Mura, Hartoyo, Rabu (28/8).

Menurut Hartoyo, keberadaan guru honorer sangat membantu proses pembelajaran di sekolah. Terutama sekolah yang minim guru PNS.

“Jadi kami sangat berterima kasih dengan guru honorer. Hanya saja, kami minta ya tetap tingkatkan kualitas. Karena dari delapan standar pendidikan itu, standar pendidik merupakan aspek penting. Karena kualitas pendidik menentukan kualitas output (alumni,red) dari lembaga pendidikan itu,” tutur Hartoyo.

Ia menegaskan, guru itu adalah insan pembelajar. Jadi perkembangan teknologi harus diikuti. Bimbel online juga harus diikuti.
Saat ini sudah ada aplikasi ‘Rumah Belajar’ yang bisa dipakai guru dan siswa.

“Hari gini, hampir semua orang dewasa pegang ponsel. Maka saya minta tolong manfaatkan itu untuk belajar,” pesan dia.

Hartoyo mengakui, dari 900-an guru honorer yang ada di Kabupaten Mura, ada sebagian yang belum S1.

“Makanya kami minta guru honorer meningkatkan kualifikasi pendidikan. Karena kalau belum S1 tidak bisa digaji pakai dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah),” tegasnya.

Ia menjelaskan, kualifikasi pendidikan itu tidak harus Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

“Kalau aturan lama iya, guru yang mengajar di SD itu wajib PGSD. Tapi sekarang tidak. Alumni Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama Islam (PAI), Matematika, IPA, dan IPS boleh mengajar SD. Beda kalau mau daftar CPNS jadi guru SD. Memang kualifikasinya harus PGSD. Sementara kalau hanya untuk jadi honorer boleh-boleh saja,” imbuhnya.

Kecuali Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris, menurut Hartoyo tidak bisa mengajar di SD. Karena di SD belum ada mata pelajaran itu, terutama di SD negeri. (lik)

 

Rekomendasi Berita