oleh

Mantan Wagub dan Anggota DPR Asal Lampung Diperiksa KPK

LINGGAU POS ONLINE- Setelah menemukan titik terang dari penyidikan kasus suap terkait proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara, akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sejumlah pihak.

Dua saksi di antaranya mantan Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri dan ayah kandung tersangka Bupati Lampung Utara nonaktif Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) Tamanuri yang kebetulan Anggota DPR RI asal NasDem.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, keterangan keduanya sangat dibutuhkan dalam proses pendalaman penyidikan kasus suap tersebut. ”Ada kaitannya dalam konstruksi perkara ini. Keduanya hanya saksi, prihal AIM menerima suap yang total sekitar Rp1,2 miliar,” jelasnya.

Ketika ditanya apa kaitannya kedua tokoh tersebut. Febri mengatakan, KPK belum bisa sepenuhnya membeberkan konstruksi yang muncul. ”Ini kan masuk dalam penyidikan, tentu ada bagian yang tidak bisa disampaikan. Nanti rekan-rekan akan mengetahui secara jernih dari proses yang dilakukan. Soal apakah nanti akan ada tersangka lain, semua kita dalami,” jelasnya.

Yang pasti, dari konstruksi awal, Agung diduga kuat telah menerima suap dari Dinas Perdagangan. Nah uang tersebut diserahkan oleh Hendra kepada Wan Hendri melalui Syahril.

Hendra menyerahkan uang Rp300 juta kepada Wan Hendri, kemudian Wan Hendri menyerahkan uang Rp240 juta kepada Syahri.

Namun, sejumlah Rp60 juta masih berada pada Wan Hendri. ”Dalam OTT, KPK menemukan barang bukti uang Rp200 juta sudah diserahkan kepada Agung, kemudian diamankan dari kamarnya,” ungkap Febri.

Dalam kasus ini, sambung Febri, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka, yakni Agung Ilmu Mangkunegara, Raden Syahril (RSY) yang merupakan orang kepercayaan Agung, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara Syahbuddin (SYH), Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara Wan Hendri (WHN) serta dua orang dari unsur swasta masing-masing Chandra Safari (CHS) dan Hendra Wijaya Saleh (HWS).

Ya, uang tersebut diduga terkait dengan tiga proyek di Dinas Perdagangan, yaitu pembangunan Pasar Tradisional Desa Comook Sinar Jaya, Kecamatan Muara Sungkai Rp1,073 miliar, pembangunan Pasar Tradisional Desa Karangsari, Kecamatan Muara Sungkai Rp1,3 miliar, dan konstruksi fisik pembangunan pasar rakyat tata karya (DAK) Rp3,6 miliar.

Selain itu, Agung diduga telah menerima uang beberapa kali terkait dengan proyek di Dinas PUPR, yaitu sekitar Juli 2019 diduga Agung telah menerima Rp600 juta, sekitar akhir September 2019 diduga Agung telah menerima Rp50 juta, dan pada tanggal 6 Oktober 2019 diduga menerima Rp350 juta.

Sumber : Fin

 

 

Rekomendasi Berita