oleh

Mantan Presiden Pakistan Dihukum Mati

LINGGAU POS ONLINE- Pengadilan anti-terorisme Pakistan menghukum mati mantan Presiden, Pervez Musharraf pada sidang pengadilan khusus di Islamabad, Selasa (17/12). Ia dijatuhi hukuman mati atas dakwaan pengkhianatan tingkat tinggi dan mencoreng konstitusi.

“Pervez Musharraf dinyatakan bersalah atas Pasal 6 karena melanggar konstitusi Pakistan,” kata pejabat hukum pemerintah Salman Nadeem, seperti dikutip Reuters, Selasa (17/12).

Kesimpulan dari putusan pengadilan ini didasarkan pada analisa pengaduan, rekaman, argumen, sejumlah fakta, dan sebagian besar dari dakwaan. Dua dari tiga hakim memutuskan hukuman mati untuk Musharraf.

Kasus ini berawal dari pemberlakuan Pakistan dalam status darurat pada tahun 2007. Saat itu dia menghadapi perlawanan dari para pengacara yang didukung partai oposisi yang semakin kuat menentang pemerintahannya.

Di bawah status darurat tersebut, semua kebebasan sipil, HAM, dan proses demokrasi dihentikan, dari November 2007 hingga Februari 2008.

Musharraf diadili karena pengkhianatan tingkat tinggi karena memberlakukan keadaan darurat pada 2007, sebagai langkah untuk memperpanjang masa jabatannya.

Pengadilan yang beranggotakan tiga orang itu menghukumnya atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi yang sudah ditunda sejak 2013.

Menurut BBC, Musharraf merebut kekuasaan dalam kudeta militer pada 1999 dan menjabat sebagai presiden negara itu dari 2001 hingga 2008.

Dia saat ini berada di Dubai setelah diizinkan meninggalkan negara itu untuk menjalani perawatan medis pada 2016.

Dia merupakan penguasa militer pertama yang diadili di Pakistan karena menolak konstitusi. Vonis diumumkan pada Selasa (17/12/2019) dengan mayoritas suara 2-1.

Sumber : Fin

 

 

Rekomendasi Berita