oleh

Mantan PJ Bupati-Ketua DPRD Muratara Diperiksa Jaksa

Terkait Dugaan Korupsi AKN

LINGGAU POS ONLINE, SIDOREJO – Mantan Penjabat (PJ) Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Agus Yudiantoro dipanggil Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Jumat (3/11).

Pasalnya, saat ini Tim Pidsus tengah memeriksa dugaan korupsi atas kasus pembangunan gedung Akademi Komunitas Negeri (AKN) Muratara yang menghabiskan dana Rp 8,3 miliar tahun 2016.

“Ya saya dipanggil sebagai saksi terkait gedung AKN,” kata Agus kepada awak media, kemarin.

Menurut dia, di situ ia menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh penyidik kejaksaan. Sebab, pihak kejaksaan ingin mengetahui secara detail apakah lelang proyek AKN itu dibangun pada masa ia menjabat sebagai Pj Bupati Muratara atau tidak.

Disini, Agus Yudiantoro menegaskan bahwa proses lelangnya memang tahun 2016, tapi bukan ketika ia menjabat sebagai Pj Bupati.

“Saya menjabat di 2015 hingga Februari 2016, dan proses pelelangan AKN tidak di masa itu,” jelasnya.

Bahkan, dirinya tidak begitu ingat dengan adanya rencana pembangunan AKN, karena banyaknya proyek pembangunan gedung pada masa dirinya menjabat. sehingga tidak sempat melakukan pemeriksaan satu persatu.

Sementara itu, Kajari Lubuklinggau Hj Zairida menerangkan, kalau kedatangan mantan Pj Bupati Muratara tersebut hanya untuk melakukan silaturahim.

“Iya beliau hanya silaturahim,” kata Zairida.

Berdasarkan pantauan Linggau Pos di lapangan, Agus datang tidak sendirian ia di temani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Muratara, H Abdullah Matcik sekitar pukul 09.30 WIB.

Saat itu, Agus mengenakan baju batik warna orange dipadu dengan celana dasar dan peci hitam. Ia cukup ramah, dengan menyapa beberapa wartawan yang sudah menunggu kedatangannya, karena memang sudah kenal dengan beberapa wartawan yang sering liputan di wilayah Kabupaten Muratara kala ia menjabat.

Beberapa saat sebelum masuknya waktu Salat Jumat, Agus keluar sejenak untuk melakukan salat, selanjutnya ia datang lagi dan baru keluar sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian pulang dengan menggunakan mobil Fortuner Warna Silver BG 134 UR.

Sebelumnya, masih terkait AKN, selain mantan Pj Bupati Muratara, pihak Kejaksaan juga memanggil Ketua DPRD Muratara, Efriansyah.

Ketua DPRD Muratara, Efriyansyah diperiksa oleh pihak Kejari Lubuklinggau, Kamis (2/11).

Efriyansyah menjalani periksaan sekitar pukul 13.00 WIB, dengan menggunakan busana safari warna coklat, usai keluar dari ruang Kejari, ia langsung menaiki mobil Honda CRV warna putih yang sudah ditunggu dua orang lainnya di samping halaman kejaksaan.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPRD Muratara, Efriyansyah menjelaskan kedatangan dirinya di kejaksaan baru yang pertama kalinya untuk sharing terkait pembangunan Gedung AKN.

“Ya hanya sebatas shering terkait AKN dan pesan dari beliau (Kajari,red) hal ini belum bisa diekspose,” jelas Efriyansyah.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber yang dapat dipercaya, bahwa kedatangan Ketua DPRD Muratara untuk dilakukan pemeriksaan oleh Tim Ketua, yaitu Kajari, terkait AKN selaku Badan Anggaran (Banggar).

Pada, Rabu (1/11) Tim penyidik Kejaksaan juga telah memeriksa Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Muratara, H Alfirmansyah, beserta kuasa Direktur CV Bayu Reka, selaku konsultan pengawas.

Pembangunan Gedung AKN pada awalnya diusulkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Muratara pada tahun 2015, melalui proposal ke Dirjen Kelembangan, Iptek dan Pendidikan Tinggi Kementrian Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi Jakarta, untuk meminta pembangunan Gedung AKN tahun 2016 melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (ABPN)

Akan tetapi proposal tersebut ditolak karena tidak memenuhi persyaratan. Sehingga pembangunan Gedung AKN dilaksanakan menggunakan dana APBD Muratara tahun 2016 dengan nilai kontrak Rp 8.327.467.000.

Sebagaimana pernyataan Sekda Muratara, H Abdullah Matcik sebelumnya, sesuai temuan BPK RI, Gedung AKN masih dalam proses penyelesaian hukum dengan pihak kontraktor.

24 Juli 2017 lalu, Wakil Bupati (Wabup) Muratara H Devi Suhartoni bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muratara, H Abdullah Matcik dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Abd Rahman Wahid sempat meninjau ke lokasi gedung AKN yang berada di Desa Noman Baru Kecamatan Rupit. Gedung tersebut dibangun dua lantai. Kondisi gedung ternyata jauh dari harapan yang ada, baik kualitas maupun realisasi volume pembangunan. Bahkan, kondisi gedung tersebut tampak terbengkalai. (11/Net)

Komentar

Rekomendasi Berita