oleh

Mantan Pecandu Narkoba Minta Direhab

Menilik Panti Rehab Yayasan Karunia Insani House

Mantan pecandu Narkoba dinilai dengan kesadaran sendiri minta direhab. Salah satunya di Panti Rehab Yayasan Karunia Insani House (KIH) Curup.

Laporan Syamsul Ma’arif, Curup

Belum satu tahun pendirian yayasan Karunia Insani House (KIH) milik BNK Rejang Lebong sudah ratusan mantan pecandu Narkoba yang datang meminta untuk direhab. Kalangan pecandu yang meminta direhab banyak didampingi keluarganya.

Meski demikian, mantan pecandu itu sendiri yang menginginkan dirinya untuk dilakukan rehab agar terhindar dari kecanduan narkoba. Seperti disampaikan Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Iqbal Bastari yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Rejang Lebong.

Belum lama ini, Wabup Rejang Lebong, Iqbal Bastari berbincang dengan sejumlah wartawan di ruang kerjanya menilai jika tren narkoba di Rejang Lebong mulai menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Bahkan, kalangan mantan pecandu yang datang untuk direhab dinilai lebih banyak dari yang tertangkap oleh pihak berwenang.

“Menurut saya yang datang ke yayasan rehab dengan kesadaran diri lebih banyak ketimbang yang tertangkap,” ungkap Wabup.

Wabup juga mengakui, kalangan mantan pecandu yang mendatangi yayasan rumah rehab tak hanya kalangan mantan pecandu yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, namun juga dari luar daerah. Bahkan ada yang berstatus pelajar yang berkeinginan untuk dilakukan rehab.
Hingga saat ini, katanya, setidaknya lebih dari 200 mantan pecandu yang mendaftar dan melakukan rehab diyayasan KIH untuk direhab.

“Kita juga selain melakukan rehab di yayasan panti juga melakukan kerjasama dengan Lapas kelas IIA Curup untuk melakukan rehab pada kalangan pecandu narkoba,” tuturnya.

Disisi lain, masih banyaknya kasus Narkoba di Kabupaten Rejang Lebong terlebih adanya temuan ladang ganja, Narkoba yang menyasar kalangan pelajar dan kalangan generasi muda lainnya pihaknya terus mendorong untuk pendirian Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).

Saat ini, dalam pendirian BNNK sendiri masih terkendala permasalahan pemecahan sertifikat untuk persiapan pembangunan lahan untuk didirikan gedung BNNK.”Memang berdasarkan kajian akademik sudah seharusnya ada BNNK di Kabupaten Rejang Lebong mengingat masih banyaknya kasus narkoba,” katanya.

Sebab dengan adanya BNNK nanti menjadi wadah untuk menangani masalah narkoba khususnya di Rejang Lebong.

“Kita harap proses pendirian BNNK bisa lebih cepat. Sehingga gedung BNNK bisa dibangun BNN di Kabupaten Rejang Lebong,”harapnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita