oleh

Mantan Legislator Duga Ada Perusahaan Nakal

MUSI RAWAS – Koordinator Front Perlawanan Rakyat (FPR) Musi Rawas (Mura), Wahisun Wais Wahid mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura, untuk memberi tindakan tegas terhadap perusahaan yang mencemari sungai. Karena, hal itu masuk dalam kategori pelanggaran, dan mengganggu kenyamanan dari masyarakat sekitar.

“Tujuan adanya perusahaan untuk menyejahterakan masyarakat, bukannya malah membuat masyarakat sengsara,” kata Wahisun Wais Wahid, Selasa (22/1).

Menurut mantan anggota DPRD Kabupaten Mura, periode 2009-2014, 2014-2018. Pemkab Mura harus turun ke lapangan untuk melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), terhadap perusahaan yang diduga telah mencemari lingkungan, apalagi jumlah perusahaan yang berada di hulu Sungai Kelingi bisa dihitung dengan jari, jadi mudah dilacak perusahaan mana yang telah melakukan pelanggaran tersebut.

“Semua perusahaan harus diberlakukan sama. Ketika, ada yang melakukan pelanggaran harus ditindak sesuai prosedur yang berlaku. Kalau melakukan pelanggaran harus izin operasinya harus di dibekukan,” jelasnya.

Tindakan tegas sangat perlu dilakukan, agar pelanggaran yang sama tidak terulang lagi dikemudian hari. Sebab, berdasarkan pengamatan mantan legislator asli Desa Lubuk Tua, Kecamatan Muara Kelingi, pencemaran limbah pabrik di Sungai Kelingi telah terjadi berulang-ulang kali.

“Pencemaran ini bukan yang pertama, karena beberapa waktu lalu Pemkab sudah memerikan sanksi kepada PT SAS yang melakukan pelanggaran. Kemudian, kejadian yang sama kembali terjadi, maka Pemkab harus kembali Sidak ke perusahaan yang berada di hulu Sungai Kelingi, untuk mengetahui perusahaan mana yang melakukan pelanggaran. Setelah itu, langsung dilakukan tindakan tegas terhadap perusahaan yang melanggar,” tegasnya.

Sebelumnya, masyarakat Desa Mandi Aur, Kecamatan Muara Kelingi menyesalkan banyaknya ikan mati di Sungai Kelingi tempat masyarakat Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Hal itu terjadi diduga akibat adanya perusahaan yang membuang limbah ke sungai.

Temuan ikan mati di sepanjang bantaran sungai ini disaksikan warga mulai pukul 08.00 WIB, Sabtu (19/1). Saat masyarakat hendak mandi ke sungai, dan melihat banyak ikan mati dan mabuk. Seperti ikan, baung, patin, seluang, tapa dan lainnya.

Setelah itu, masyarakat banyak yang mengambil ikan yang mengambang di sungai tersebut. (aku)

Rekomendasi Berita