oleh

MAN 1 Seminarkan Karya Tulis Ilmiah

LINGGAU POS ONLINE, KALI SERAYU – Siswa-siswi kelas XII MAN 1 Lubuklinggau ditugaskan membuat karya tulis ilmiah secara kelompok. Hal ini merupakan tindak lanjut dari program pengembangan literasi. Dan Rabu (22/11) 63 kelompok melakukan seminar hasil karya tulis ilmiah mereka di hadapan para guru penguji, pembimbing dan siswa-siswi.

Sebenarnya, sejak awal tahun ajaran 2017/2018 sudah dilakukan peningkatan program literasi siswa-siswi. Khusus kelas X diwajibkan membuat resume sebuah buku ilmiah di setiap semester,Kelas XI wajib buat karya fiksi dalam hal ini Cerpen dan esai 3-5 lembar di setiap semester. Sedangkan kelas XII wajib secara kelompok membuat karya tulis ilmiah remaja yang difokuskan pada penelitian sains sederhana sesuai jurusan masing-masing.

Kepala MAN 1 Model Lubuklinggau, Taslim mengungkapkan seminar hasil Karya Tulis Ilmiah ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melihat hasil pemaparan siswa-siswi mengenai penelitian sederhana yang telah mereka kerjakan selama kurang lebih tiga bulan ini.

“sedangkan membuat karya tulis ilmiah ini dilakukan untuk pengembangan program literasi siswa-siswi, serta memperkenalkan dan menumbuhkan sikap ilmiah dan belajar menerapkan sikap-sikap ilmiah yang dituangkan ke dalam karya tulis ilmiah,” ungkapnya.

Lanjutnya, tentunya makalah-makalah hasil penelitian sederhana siswa ini akan kita dokumentasikan di perpustakaan untuk bahan pembelajaran siswa-siswi selanjutnya. Sama halnya seperti hasil resume gemar membaca tahun sebelumnya ataupun Cerpen siswa kelas X dan kelas XI itu kami dokumentasikan, dan akan dicetak dengan percetakan standar yang memiliki izinnya, sehingga menjadi kumpulan karya anak-anak MAN 1 Model Lubuklinggau.

“Syukur Alhamdulillah, semua anak turut berpartisipasi dalam kegiatan ini baik kegiatan gemar membaca, membuat Cerpen dan karya tulis ilmiah ini, tidak ada yang ikut dalam program Budaya Literasi Hingga ke karya tulis ilmiah siswa ini. Semoga apa yang dikerjakan anak ini nantinya dapat bermanfaat untuk dirinya sendiri maupun orang lain,”ungkapnya.

Sementara itu, Waka Kesiswaan MAN 1 Lubuklinggau, Hj Anissah menjelaskan jumlah karya tulis ilmiah yang diseminarkan hari ini adalah sebanyak 63 karya dari 7 kelas, yang mana masing-masing kelas terdiri dari 9 kelompok atau 9 karya. Dan setiap kelompoknya dibimbing satu orang guru, yang mana setiap guru membimbing minimal tiga kelompok.

“Pada seminar hasil ini, setiap kelompok akan memaparkan hasil penelitian sederhana mereka, dan akan diuji oleh dua orang guru sebagai penguji dan 1 orang pembimbing,” katanya.

Yang tentunya dalam tiga bulan ini mereka telah melewati tahapan-tahapan, seperti mencari ide-ide yang fokusnya pada penelitian sains sederhana, yang sepenuhnya diserahkan kepada siswa.

Setelah mendapat ide mereka harus konsultasi ke pembimbing, jika telah di ACC pembimbing dilanjutkan ke tahap uji coba, penelitian hingga penyelesaian makalah. Semuanya ini tidak lepas dari bimbingan guru pembimbing masing-masing.

“Untuk kriteria penilaian seminar ini dilihat dari sinkronisasi dari judul, rumusan masalah, tujuan, hingga kesimpulan. Dan kedua yang dinilai adalah peforma siswa-siswi dalam public speaking, tampilan power point-nya, penyampaian hasil penelitian, dan hasil dari penelitian itu sendiri. Dan hasil nilai siswa dalam kegiatan ini Untuk kegiatan ini akan kita tuangkan pada komponen penilaian pengembangan diri siswa,” ujar Annisah.

Mengenai hasil karya siswa-siswinya, Annisah juga mengaku sangat bangga dengan hasil penelitian sederhana siswa-siswinya tersebut, pasalnya menurutnya beberapa sangat bagus dan kreatif, walaupun beberapa ada yang biasa-biasa saja. Itu semua tergantung dengan keseriusan siswa-siswi masing-masing.

“Hasil karya tulis mereka lumayan bagus-bagus, ada beberapa yang kreatif, seperti penelitian membuat manisan tomat yang ternyata ketika di makan rasanya seperti kurma, ada yang buat olahan kerupuk dari bambu, ada yang menguji pakan hewan, dan lainnya. Walaupun beberapa ada yang biasa-biasa saja. Tapi apapun yang dihasilkan dalam karya tulis ilmiah ini tetap kita apresiasi, minimal anak-anak sudah berani berkarya dan meningkatkan budaya literasi,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, Annisah berharap kegiatan karya tulis ilmiah ini benar-benar dapat menumbuhkan nilai integritas kepada siswa-siswi, kerja keras, tanggung jawab dan jujur misalnya jujur dalam mengutip dan lainnya. Serta menumbuhkan sikap ilmiah, karena dari kegiatan ini mereka akan tahu bagaimana metode ilmiah itu sendiri.

“Kebetulan saya habis pulang dari Teacher supercamp yang bekerja sama dengan KPK dan kami menjadi agen KPK untuk menegakkan nilai integritas di sekolah. Jadi, saya sangat senang dengan kegiatan ini, dan berharap kegiatan ini lebih bisa untuk pengembangan karakter siswa,” harapnya. (AE02)

Komentar

Rekomendasi Berita